Ratusan Pendonor Bontang Dihormati atas Aksi Kemanusiaan

Pemkot dan PMI Bontang memberikan penghargaan kepada 150 pendonor rutin sebagai upaya menjaga pasokan darah bagi pasien dan kebutuhan medis darurat.

BONTANG – Sebanyak 150 pendonor menerima penghargaan atas konsistensinya menyumbangkan darah, termasuk dua orang yang telah mencapai 100 kali donor. Apresiasi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang dan Palang Merah Indonesia (PMI) Bontang menjaga keberlanjutan pasokan darah bagi masyarakat.

Penghargaan diserahkan dalam peringatan Hari Donor Darah Sedunia 2026 yang dirangkai dengan Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-118 di halaman PMI Bontang, Minggu (26/07/2026). Pendonor yang diapresiasi terbagi dalam kategori 10, 25, 50, 75, dan 100 kali donor.

Kegiatan bertema “Setetes Darah untuk Kemanusiaan, Berikan Darah Selamatkan Kehidupan” itu dibuka Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni. Acara turut dihadiri Ketua Komite I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Andi Sofyan Hasdam, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bontang Andi Anwar Arsyad, Ketua PMI Bontang Aji Erlynawati, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tenaga kesehatan, relawan, pendonor, dan perwakilan perusahaan.

Neni menilai penghargaan kepada para pendonor bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga pengingat bahwa ketersediaan darah sangat bergantung pada partisipasi masyarakat secara rutin. Menurutnya, kebutuhan darah dapat muncul sewaktu-waktu, baik untuk pasien yang menjalani operasi, korban kecelakaan, ibu melahirkan, maupun penderita penyakit kronis.

“Mari kita menjadi pendonor darah, bukan penerima darah karena sakit. Donor darah bukan hanya menyelamatkan sesama, tetapi juga menyehatkan diri,” ujar Neni, sebagaimana dilansir Ppid Setda, Minggu, (26/07/2026).

Neni juga membagikan pengalamannya sebagai pendonor aktif dan menceritakan manfaat ketersediaan darah ketika keluarganya membutuhkan transfusi. Pengalaman tersebut menjadi dasar ajakannya agar masyarakat menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup sehat, ibadah sosial, dan budaya gotong royong.

Menurut Neni, masyarakat dapat mulai mendonorkan darah sejak berusia 17 tahun sepanjang memenuhi persyaratan kesehatan. Edukasi mengenai keamanan dan manfaat donor darah dinilai penting untuk memperluas jumlah pendonor baru sekaligus menjaga konsistensi pendonor lama.

Pemkot Bontang juga mengapresiasi kolaborasi PMI Bontang, IDI Bontang, tenaga kesehatan, dan perusahaan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau corporate social responsibility (CSR). Dukungan lintas sektor tersebut diperlukan untuk memperkuat pelayanan donor dan menjamin kebutuhan darah dapat dipenuhi secara cepat.

Ketua Komite I DPD RI Andi Sofyan Hasdam menilai kegiatan PMI Bontang menjadi momentum kemanusiaan yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat. Sementara itu, Ketua PMI Bontang Aji Erlynawati mengingatkan bahwa darah sangat dibutuhkan oleh ibu melahirkan, korban kecelakaan, pasien operasi, anak dengan penyakit tertentu, serta pasien penyakit kronis.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan penghargaan, hiburan, hadiah undian, dan penyampaian pengalaman para pendonor. Neni juga mengunjungi peserta yang tengah mendonorkan darah sebagai bentuk dukungan terhadap warga yang secara sukarela membantu menyelamatkan kehidupan orang lain.

Penghargaan kepada para pendonor diharapkan mendorong semakin banyak warga menjadi pendonor rutin sehingga stok darah di Bontang tetap tersedia dan kebutuhan transfusi dalam kondisi darurat dapat dipenuhi tepat waktu. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com