Desa Lapri Siap Lanjutkan Jejak Pengabdian Mahasiswa UBT

Program penguatan potensi lokal, digitalisasi UMKM, dan pemberdayaan masyarakat yang dirintis mahasiswa UBT selama 40 hari diharapkan terus dikembangkan oleh Pemdes Lapri bersama masyarakat.

NUNUKAN – Berakhirnya masa pengabdian mahasiswa Universitas Borneo Tarakan (UBT) tidak sekaligus menghentikan program pemberdayaan yang telah dirintis selama 40 hari di Desa Lapri, Kecamatan Sebatik Utara. Pemerintah dan masyarakat desa didorong melanjutkan program penguatan potensi lokal, digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta pemberdayaan masyarakat agar manfaatnya tetap dirasakan setelah mahasiswa kembali ke kampus.

Dorongan tersebut disampaikan dalam penutupan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa UBT Kelompok 90 bertajuk “Cerita di Ujung Pengabdian” di Aula Kantor Desa Lapri, Sabtu (25/07/2026), pukul 19.30 Waktu Indonesia Tengah (WITA).

Kegiatan tersebut, sebagaimana diberitakan Simp4tik, Sabtu, (25/07/2026), menjadi ruang pertanggungjawaban mahasiswa kepada pemerintah dan masyarakat melalui pemaparan hasil program yang telah dilaksanakan selama berada di Desa Lapri.

Camat Sebatik Utara Andi Calo mengatakan, KKN harus menghasilkan pengetahuan dan program yang dapat dikembangkan masyarakat. Program di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, sosial, dan pemberdayaan diharapkan tidak berhenti setelah masa pengabdian mahasiswa berakhir.

“KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi kesempatan untuk belajar hidup bersama masyarakat, memahami persoalan di lapangan, serta memberikan solusi sesuai kemampuan dan bidang ilmu masing-masing. Saya berharap seluruh program yang telah dilaksanakan, baik di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, pemberdayaan masyarakat maupun kegiatan sosial lainnya dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Lapri,” ujar Camat.

Andi juga mendorong masyarakat mempertahankan semangat gotong royong dan meneruskan kegiatan positif yang telah dirancang bersama mahasiswa. Keberlanjutan program dinilai penting agar pengabdian selama 40 hari tidak hanya meninggalkan dokumentasi kegiatan, tetapi juga memberikan dampak bagi pembangunan desa.

“Kepada masyarakat Desa Lapri, saya mengajak untuk terus menjaga semangat gotong royong dan melanjutkan program-program positif yang telah dirintis bersama mahasiswa KKN. Kepada adik-adik mahasiswa, selamat kembali ke kampus. Jadikan pengalaman selama berada di tengah masyarakat sebagai bekal untuk menjadi generasi yang berintegritas, peduli, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa. Selamat jalan, tetaplah mengabdi, dan jangan lupakan Desa Lapri serta Kecamatan Sebatik Utara. Pintu kami akan selalu terbuka untuk kalian,” tutupnya.

Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Sebatik Utara juga berharap kolaborasi dengan UBT dapat diteruskan melalui kegiatan pengabdian, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat. Kerja sama tersebut dinilai dapat mendukung pengembangan potensi kawasan perbatasan sekaligus membantu pemerintah desa menjawab kebutuhan masyarakat.

Ketua Kelompok KKN UBT 90 Suriansyah mengatakan, para mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga belajar secara langsung mengenai kehidupan masyarakat, semangat gotong royong, kekeluargaan, dan kepedulian sosial.

“Kami memperoleh begitu banyak pengalaman berharga selama berada di Desa Lapri. Semua itu akan menjadi bekal yang sangat berarti bagi kami. Kami juga memohon maaf apabila selama pelaksanaan KKN terdapat tutur kata maupun tindakan yang kurang berkenan. Semoga silaturahmi antara Universitas Borneo Tarakan, Pemerintah Desa Lapri, dan seluruh masyarakat tetap terjalin dengan baik di masa mendatang,” ujarnya.

Kepala Desa (Kades) Lapri Syamsu Rijal mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kegiatan masyarakat. Menurutnya, masa pengabdian yang relatif singkat telah dimanfaatkan untuk melaksanakan program yang memberikan manfaat bagi warga.

“Kami mengucapkan terima kasih atas segala kontribusi yang telah diberikan oleh adik-adik mahasiswa KKN. Apabila selama berada di Desa Lapri terdapat pelayanan ataupun sikap kami yang kurang berkenan, kami juga memohon maaf. Semoga pengalaman selama berada di desa ini menjadi kenangan indah yang akan selalu dikenang,” tutur Syamsu Rijal.

Penutupan KKN turut dihadiri Kepala Seksi (Kasi) Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Sebatik Utara, Kades Seberang, Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Sebatik Utara, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Lapri, para Ketua Rukun Tetangga (RT), tokoh masyarakat, tokoh agama, dan warga.

Dalam pemaparan akhirnya, mahasiswa menyampaikan program bertema “Penguatan Potensi Lokal, Digitalisasi UMKM, dan Pemberdayaan Masyarakat untuk Pembangunan di Wilayah Perbatasan”. Hasil program tersebut diserahkan sebagai bahan yang dapat dilanjutkan dan dikembangkan Pemdes Lapri bersama masyarakat.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat diharapkan tidak berakhir bersama penutupan KKN. Keberlanjutan program menjadi kunci agar potensi lokal, pelaku UMKM, dan kapasitas masyarakat Desa Lapri dapat terus berkembang sebagai bagian dari pembangunan wilayah perbatasan. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com