Pemkot Pontianak meminta organisasi pemadam kebakaran swasta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran lahan, kabut asap, kebakaran bangunan, dan gangguan pasokan air bersih selama musim kemarau.
PONTIANAK – Ancaman kebakaran lahan, kebakaran bangunan, kabut asap, dan terganggunya pasokan air bersih mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak memperkuat kolaborasi dengan organisasi pemadam kebakaran swasta. Para relawan diminta meningkatkan kesiapsiagaan selama musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung hingga September 2026.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan keterlibatan pemadam kebakaran swasta sangat dibutuhkan untuk mencegah meluasnya kebakaran lahan yang berpotensi memperburuk kualitas udara. Dampak asap mulai dirasakan masyarakat, baik dari kebakaran di wilayah sekitar maupun kejadian kebakaran lahan di Pontianak Selatan.
Peringatan itu disampaikan Edi saat menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Pemadam Kebakaran Swasta Panca Bhakti di Posko Pemadam Kebakaran Panca Bhakti, Jalan Letjen Suprapto, Minggu (26/07/2026).
Di tengah kondisi kemarau, Edi mengajak seluruh organisasi pemadam kebakaran swasta memperkuat koordinasi dan bergerak bersama ketika menemukan titik api. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan diperkirakan belum turun secara merata hingga September.
“Oleh karena itu, saya berharap seluruh pemadam kebakaran swasta juga ikut andil bersama-sama memadamkan api agar tidak terjadi bencana asap yang semakin parah,” katanya.
Selain memicu kebakaran lahan, kemarau juga meningkatkan risiko kebakaran bangunan. Dalam beberapa hari terakhir, peristiwa kebakaran bangunan hampir terjadi setiap hari. Sebagian kejadian diduga dipengaruhi cuaca panas dan gangguan pada instalasi listrik.
Edi mengimbau masyarakat memeriksa keamanan instalasi listrik, kompor, dan berbagai sumber api di rumah maupun tempat usaha. Langkah pencegahan diperlukan karena kelalaian kecil dapat memicu kebakaran dan menimbulkan kerugian besar.
Kemarau berkepanjangan turut memengaruhi ketersediaan air bersih. Penurunan debit sungai dan masuknya air laut ke aliran sungai menyebabkan kadar garam di instalasi pengolahan air meningkat hingga 2.100 miligram per liter pada titik tertentu.
“Kita berharap segera turun hujan agar dampaknya tidak semakin parah, terutama terhadap produksi dan suplai air bersih bagi masyarakat,” ungkapnya.
Dalam menghadapi berbagai ancaman tersebut, Pemkot Pontianak menilai keberadaan Pemadam Kebakaran Swasta Panca Bhakti menjadi bagian penting dalam sistem penanganan keadaan darurat. Organisasi itu telah menjalankan pelayanan kebakaran dan aksi kemanusiaan selama setengah abad dengan dukungan relawan yang bersiaga selama 24 jam.
Dalam keterangannya, sebagaimana dilansir [Nama Sumber Berita], Minggu (26/07/2026), Edi menilai usia 50 tahun mencerminkan konsistensi organisasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Lima puluh tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Ini merupakan bukti nyata komitmen, dedikasi, dan semangat pengabdian yang telah diberikan kepada masyarakat Kota Pontianak,” ujarnya.
Edi berharap Panca Bhakti terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, profesionalisme, serta kelayakan sarana dan prasarana. Koordinasi juga perlu diperkuat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), dan organisasi pemadam kebakaran swasta lainnya.
“Sinergi yang kuat akan menjadi modal utama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Semoga Panca Bhakti semakin maju, semakin solid, semakin profesional, dan terus menjadi organisasi yang dicintai masyarakat,” tutupnya. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan