Tim SAR gabungan menggunakan sistem tali untuk mengevakuasi enam mahasiswa Unhas yang mengalami kram dan kelelahan di tebing setinggi sekitar 25 meter di kawasan Gunung Goa Kalibbong Alloa, Pangkep.
SULAWESI SELATAN – Tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan menggunakan teknik evakuasi dengan sistem tali untuk menyelamatkan enam mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) yang mengalami kram dan kelelahan di kawasan Gunung Goa Kalibbong Alloa, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (27/07/2026) dini hari.
Evakuasi berlangsung di medan tebing terjal setinggi sekitar 25 meter. Seluruh mahasiswa berhasil diturunkan dengan aman sebelum dibawa ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Minasatene untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis.
Enam mahasiswa tersebut ialah Ine Agustina, Baso Rafiansyah, Riyanti Rahmania Putri, Adel Zain Filadelfia, Mutiara Kamilah, dan Lulu. Mereka dilaporkan dalam keadaan selamat setelah proses evakuasi selesai.
Kepala Seksi (Kasi) Operasi dan Siaga Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar Andi Sultan mengatakan petugas dikerahkan setelah menerima laporan warga mengenai pendaki yang membutuhkan pertolongan.
“Ada laporan dari warga terkait pendaki yang mengalami kram kaki di area Goa Kalibbong Alloa, sehingga tim rescue dikerahkan,” kata Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, Andi Sultan, Senin (27/07/2026).
Kejadian bermula ketika enam mahasiswa Unhas melaksanakan program kerja inovasi desa pariwisata di kawasan Gunung Goa Kalibbong Alloa, Minggu (26/07/2026) sekitar pukul 21.00 Waktu Indonesia Tengah (WITA).
Dalam perjalanan, seorang mahasiswa mengalami kram pada kaki. Lima mahasiswa lainnya kemudian mengalami kelelahan sehingga rombongan tidak mampu melanjutkan perjalanan dan membutuhkan bantuan evakuasi.
“Sedangkan, lima mahasiswa lainnya mengalami kelelahan saat mendaki di kawasan Gunung Goa Kalibbong Alloa. Mereka tidak mampu melanjutkan perjalanan dan membutuhkan bantuan evakuasi medis darurat,” ujarnya.
Setelah menerima informasi tersebut, tim SAR gabungan bergerak menuju lokasi. Petugas tiba di kawasan evakuasi pada Senin sekitar pukul 02.30 WITA.
Proses penyelamatan menghadapi kendala berupa medan berbentuk tebing yang terjal. Kondisi tersebut membuat petugas tidak dapat mengevakuasi para mahasiswa dengan cara biasa.
Tim kemudian menerapkan teknik khusus menggunakan tali untuk menurunkan seluruh mahasiswa dari tebing. Langkah itu dilakukan guna mengurangi risiko korban terjatuh atau mengalami cedera tambahan selama proses pemindahan.
“Kendala utama yang dihadapi tim di lapangan adalah medan tebing terjal setinggi kurang lebih dua puluh lima meter yang harus dilalui. Tim SAR Gabungan harus menerapkan teknik evakuasi khusus menggunakan sistem tali untuk menurunkan seluruh korban dengan aman,” kata Andi Sultan.
Keberhasilan penyelamatan tersebut, sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Senin, (27/07/2026), memastikan seluruh mahasiswa dapat keluar dari kawasan pegunungan dalam keadaan selamat.
“Seluruh korban langsung dibawa ke Puskesmas Minasatene untuk mendapatkan perawatan serta penanganan medis lebih lanjut,” ujarnya.
Peristiwa tersebut menunjukkan pentingnya kesiapan fisik, perencanaan perjalanan, perlengkapan keselamatan, dan komunikasi darurat dalam kegiatan mahasiswa di kawasan pegunungan. Penyelenggara kegiatan juga perlu mengenali kondisi medan serta memastikan peserta memiliki kemampuan fisik yang memadai sebelum memasuki lokasi dengan jalur terjal.
Koordinasi antara warga dan tim SAR turut mempercepat pengerahan petugas ke lokasi. Pelaporan dini menjadi faktor penting agar kondisi kram dan kelelahan tidak berkembang menjadi keadaan yang lebih serius, terutama ketika korban berada di medan yang sulit dijangkau.
Seluruh peserta kegiatan di kawasan pegunungan diharapkan menyiapkan jalur evakuasi, membawa perlengkapan pertolongan pertama, dan menghentikan perjalanan apabila kondisi fisik tidak memungkinkan. Langkah pencegahan diperlukan untuk mengurangi risiko kecelakaan serta memastikan kegiatan lapangan dapat berlangsung dengan aman. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan