Keluarga pria yang meninggal setelah diamuk massa di Morowali meminta kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut sembari menegaskan korban tidak memiliki riwayat tindak kriminal dan baru tujuh bulan bekerja di kawasan PT IMIP.
SINJAI – Keluarga pria berinisial S (33), yang meninggal dunia setelah diamuk massa karena dituding mencuri sepeda motor di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng), berharap aparat kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut. Menurut keluarga, korban tidak memiliki riwayat tindak kriminal dan baru bekerja selama tujuh bulan di salah satu tenant di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).
Sepupu korban, Tina, mengatakan korban merantau ke Morowali bersama keponakannya untuk bekerja di salah satu tenant PT IMIP. Selama bekerja, keduanya ditempatkan pada divisi yang berbeda sehingga keluarga tidak mengetahui secara pasti aktivitas korban di lokasi kerja.”Mereka bekerja di divisi yang berbeda, sehingga keluarga tidak mengetahui secara pasti kondisi sebenarnya di tempat kerja,” kata Tina, Selasa (28/07/2026), sebagaimana dilansir CNN Indonesia, Selasa (28/07/2026).
Tina menuturkan, komunikasi terakhir korban dengan istrinya berlangsung pada Kamis (23/07/2026). Saat itu, kondisi korban disebut tidak menunjukkan adanya persoalan.”Korban terakhir berkomunikasi dengan istrinya pada Kamis (23/7) kemarin dan kondisinya baik-baik saja,” ujarnya.
Jenazah korban telah dipulangkan ke kampung halamannya di Desa Kompang, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Senin (27/07/2026) dan langsung dimakamkan oleh pihak keluarga.
Keluarga berharap penyelidikan dilakukan secara menyeluruh agar penyebab pasti peristiwa yang menewaskan korban dapat terungkap.”Kami berharap aparat kepolisian di sana bisa menjamin proses hukum berjalan dengan baik. Menghilangkan nyawa orang lain adalah tindakan yang tidak bisa dibiarkan,” katanya.
Sementara itu, paman korban yang juga Kepala Desa (Kades) Kompang, Ansar, menyatakan keluarga memilih bersikap ikhlas sembari menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.”Kami tidak ingin kasus ini melebar kemana-mana, karena kami juga tidak tahu pasti keseluruhan kejadian di sana,” katanya.
Kasus tersebut masih dalam penanganan kepolisian. Hasil penyelidikan diharapkan dapat memberikan kepastian hukum sekaligus mengungkap kronologi lengkap peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan