Pernyataan Menlu Iran yang menegaskan negaranya berbeda dengan Venezuela memicu ketegangan diplomatik baru di tengah penolakan Teheran terhadap tekanan militer Amerika Serikat.
TEHERAN – Pernyataan Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi, yang menyebut situasi negaranya berbeda dengan Venezuela memicu ketegangan diplomatik baru antara kedua negara. Ucapan tersebut muncul saat Iran menolak klaim Amerika Serikat (AS) bahwa tekanan militer dapat memaksa Teheran mengubah sikapnya.
Dalam wawancara dengan Mehr News Agency, Araghchi menegaskan Iran memiliki sistem pemerintahan yang berbeda sehingga tidak dapat disamakan dengan Venezuela. Pernyataan itu disampaikan sebagaimana diberitakan NDTV, Senin (20/07/2026), yang juga mengutip The Times of India.
“Ini bukan Venezuela, di mana ketika Anda menangkap satu orang, kemudian semua orang menjadi takut dan mundur,” kata Araghchi.
Menurut Araghchi, struktur pemerintahan Iran menerapkan model pengambilan keputusan yang tersebar sehingga tidak bergantung pada satu figur pemimpin. Karena itu, ia menilai tekanan militer ataupun upaya mengganti kepemimpinan tidak akan menggoyahkan Republik Islam Iran.
Dalam wawancara yang juga disiarkan media Rusia, RT, Araghchi turut mengungkap situasi yang dihadapi delegasi Iran selama menjalani perundingan dengan AS. Ia mengaku sempat menyampaikan kondisi tersebut kepada utusan khusus Presiden AS Donald Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff.
“Saya bertanya kepada Witkoff, ‘Pernahkah Anda berada dalam sebuah pertemuan di mana Anda merasa bahwa sewaktu-waktu seluruh pertemuan itu bisa saja dibom?’ Mereka hanya menatap saya dengan tatapan kosong,” ucap Araghchi.
“Saya berkata, ‘Pernahkah Anda sedang berbicara di telepon, dan berpikir bahwa, seperti kata orang, Anda bisa saja meledak atau hancur seketika? Pernahkah Anda, misalnya, ketika menelepon untuk menanyakan kondisi keluarga Anda, berpikir dalam hati bahwa ini mungkin terakhir kalinya Anda bisa melakukannya?’ Kami mengalami hal-hal semacam itu, namun kami tetap teguh pada pendirian kami,” ujarnya.
Komentar Araghchi mengenai Venezuela kemudian memicu reaksi dari Caracas dan memperkeruh hubungan kedua negara. Di sisi lain, pernyataan tersebut kembali menegaskan sikap Iran yang menolak tekanan militer maupun politik dari AS di tengah ketegangan yang masih berlangsung. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan