LPTQ Kaltara menetapkan 19 dari 48 juara pertama sebagai kontingen utama MTQN 2026 karena keterbatasan anggaran, sedangkan peserta lain masih dapat berangkat melalui pembiayaan kabupaten/kota.
BULUNGAN – Keterbatasan anggaran membuat Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kalimantan Utara (Kaltara) hanya menetapkan 19 dari 48 juara pertama sebagai kontingen utama pada Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) XXXI Tahun 2026 di Semarang.
Sebanyak 19 peserta tersebut dipilih melalui seleksi lanjutan secara daring pada 27–28 Juli 2026. LPTQ Kaltara menyatakan penetapan peserta didasarkan pada kemampuan masing-masing dengan standar penilaian yang sama, bukan semata-mata hasil kejuaraan tingkat provinsi.
Ketua Umum (Ketum) LPTQ Kaltara Sanusi mengatakan seluruh juara pertama dari setiap cabang dan golongan mengikuti seleksi setelah mekanismenya disepakati bersama LPTQ serta Kantor Kementerian Agama (Kemenag) kabupaten/kota se-Kaltara.
Penjelasan mengenai proses penetapan kontingen tersebut disampaikan Sanusi sebagaimana dilansir Dkisp, Rabu, (29/07/2026).
“Proses ini telah kami komunikasikan dan koordinasikan bersama Kepala Kemenag, Ketua LPTQ, serta jajaran kabupaten/kota se-Kaltara melalui surat resmi Nomor 051/LPTQ-KALTARA/VII/2026 tertanggal 20 Juli 2026, sebelum seleksi dilaksanakan,” ujar Sanusi.
Kesepakatan untuk melaksanakan seleksi lanjutan dituangkan dalam Surat LPTQ Kaltara Nomor 052/LPTQ-KALTARA/VII/2026 tertanggal 22 Juli 2026. Surat tersebut menjadi dasar seleksi terhadap seluruh juara pertama putra dan putri.
Menurut Sanusi, status juara pertama dalam MTQ X Tingkat Provinsi Kaltara Tahun 2026 di Kabupaten Malinau tidak secara otomatis menjadikan peserta sebagai wakil Kaltara pada MTQN.
Ketentuan tersebut telah dicantumkan dalam Surat Keputusan (SK) Dewan Hakim MTQ X Tingkat Provinsi Kaltara Tahun 2026.
“Dalam keputusan tersebut telah dijelaskan bahwa peserta terbaik I tidak secara otomatis menjadi wakil daerah pada MTQ Nasional. Karena itu, seleksi lanjutan menjadi bagian dari proses untuk menentukan peserta yang akan mewakili Kaltara,” katanya.
Hasil seleksi menetapkan 19 peserta dari total 48 juara pertama putra dan putri. Penetapan itu dituangkan dalam Berita Acara Nomor 053/LPTQ-KALTARA/07/2026.
Sanusi menjelaskan jumlah kontingen utama harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran agar pembinaan, persiapan, dan dukungan terhadap peserta yang diberangkatkan dapat dilakukan secara maksimal.
“Idealnya seluruh juara dapat berangkat ke tingkat nasional. Namun dengan mempertimbangkan kondisi anggaran, kami berupaya agar peserta yang ditetapkan memperoleh pembinaan dan dukungan yang maksimal sehingga mampu bersaing di tingkat nasional,” ujarnya.
Ia menegaskan tidak ada perbedaan indikator maupun tim penilai dalam seleksi. Seluruh peserta dinilai berdasarkan kemampuan yang ditampilkan selama proses seleksi daring.
“Penetapan peserta sepenuhnya didasarkan pada hasil penilaian kemampuan dengan menggunakan indikator dan tim penilai yang sama bagi seluruh peserta,” jelasnya.
Peserta yang belum masuk dalam kontingen utama tetap memiliki kesempatan mengikuti MTQN XXXI Tahun 2026. Namun, keberangkatan mereka harus didukung melalui pembiayaan LPTQ kabupaten/kota masing-masing.
Menurut Sanusi, mekanisme pembiayaan alternatif tersebut telah disampaikan kepada seluruh pemangku kepentingan dalam rapat koordinasi sebelum seleksi dilaksanakan.
LPTQ Kaltara juga meminta peserta, pendamping, dan masyarakat mengonfirmasi informasi melalui saluran resmi agar perbedaan pandangan mengenai hasil seleksi dapat dibahas berdasarkan dokumen dan fakta.
“Kami memahami adanya berbagai pandangan dan masukan dari peserta maupun masyarakat. Karena itu, LPTQ Kaltara selalu terbuka untuk berdialog dan memberikan penjelasan terkait seluruh proses seleksi yang telah dilaksanakan,” tutup Sanusi.
LPTQ Kaltara menyatakan tetap membuka ruang komunikasi bagi peserta, pendamping, serta LPTQ kabupaten/kota yang memerlukan penjelasan lebih lanjut. Transparansi proses seleksi dan pembinaan optimal diharapkan dapat memperkuat kesiapan kontingen Kaltara menghadapi MTQN XXXI Tahun 2026 di Semarang. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan