Puncak Kemarau Diprediksi hingga November, Gunungkidul Perkuat Pasokan Air Bersih

BPBD Gunungkidul telah menyalurkan 920 ribu liter air bersih ke wilayah terdampak kekeringan dan menyiapkan anggaran tambahan untuk menghadapi puncak kemarau 2026.

YOGYAKARTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), telah menyalurkan 920 ribu liter air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan menjelang puncak musim kemarau 2026. Distribusi bantuan dilakukan melalui 184 tangki air yang dikirim ke sejumlah wilayah dengan kondisi pasokan air terbatas.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul Purwono mengatakan, Kecamatan Rongkop menjadi wilayah dengan distribusi bantuan air terbesar. Sebanyak 80 tangki atau sekitar 420 ribu liter air telah disalurkan ke kawasan tersebut.

“Terbanyak bantuan kami dropping di (Kecamatan) Rongkop sebanyak 80 tangki (420 ribu liter),” kata Purwono, Selasa (04/08/2026), sebagaimana diberitakan Media Indonesia.

Selain Rongkop, distribusi air bersih juga dilakukan di Kecamatan Tepus dengan jumlah 64 tangki atau setara 320 ribu liter. Sementara itu, Kapanewon Panggang dan Wonosari masing-masing mendapat pasokan 16 tangki atau 80 ribu liter, sedangkan Kecamatan Saptosari menerima delapan tangki dengan total 40 ribu liter air.

BPBD Gunungkidul terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan wilayah yang mengalami kekeringan. Purwono mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara hemat karena kebutuhan bantuan terus meningkat seiring bertambahnya laporan daerah terdampak.

“Jangan dihambur-hamburkan sehingga harus berhemat agar stok yang dimiliki mencukupi,” ujar Purwono.

Berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, Agustus menjadi periode puncak musim kemarau di Gunungkidul. Kondisi kering diprediksi masih berlangsung hingga awal November 2026 sebelum memasuki masa peralihan musim.

Meski sejumlah wilayah telah mampu memenuhi kebutuhan air secara mandiri, BPBD mencatat masih terdapat kawasan terdampak kekeringan yang membutuhkan dukungan distribusi air bersih. Saat ini, terdapat delapan kecamatan yang sudah dapat memenuhi sebagian kebutuhan air secara mandiri.

Untuk memastikan penanganan berjalan berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menyiapkan anggaran tambahan melalui pos Belanja Tak Terduga (BTT). Langkah tersebut disiapkan apabila anggaran reguler untuk bantuan air bersih tidak lagi mencukupi.

“Apabila (anggaran bantuan air bersih) dari pos anggaran reguler habis, kami bisa mengakses BTT sehingga penyaluran bantuan tetap dapat dilaksanakan,” kata dia.

Dengan meningkatnya risiko kekeringan selama puncak kemarau, BPBD Gunungkidul memastikan distribusi air bersih akan terus dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat. Pemerintah daerah juga mengajak warga memperkuat kepedulian dalam penggunaan air agar ketersediaan pasokan tetap terjaga hingga musim hujan kembali tiba. []

Redaksi08.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com