Amerika Serikat melakukan pergantian sejumlah posisi strategis militer dengan menunjuk tujuh pejabat baru saat ketegangan dengan Iran masih berlangsung.
WASHINGTON D.C – Amerika Serikat melakukan perombakan sejumlah posisi strategis di tubuh militernya dengan menunjuk tujuh pejabat baru untuk memimpin berbagai struktur komando pertahanan. Langkah tersebut dilakukan saat ketegangan Washington dan Teheran masih berlangsung, meski kedua pihak disebut membuka peluang pembicaraan untuk meredakan konflik.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan penunjukan sejumlah pejabat militer melalui Menteri Perang Pete Hegseth. Perubahan tersebut mencakup jajaran Angkatan Darat, Angkatan Udara, Angkatan Luar Angkasa, hingga Angkatan Laut AS.
Sebagaimana diberitakan SindoNews, Selasa, (04/08/2026), pengangkatan dan promosi itu merujuk pada rilis resmi Departemen Pertahanan AS (Department of Defense/Pentagon) yang menyebut perubahan personel tersebut menjadi bagian dari penyesuaian organisasi militer.
Sejumlah pejabat yang mendapatkan penugasan baru antara lain Edmond M. Brown yang dipindahkan dari posisi Wakil Komandan Jenderal Komando Masa Depan Angkatan Darat AS menjadi Wakil Komandan Jenderal Komando Transformasi dan Pelatihan Angkatan Darat AS.
Selain itu, Francisco J. Lozano dialihkan dari Direktur Kantor Kapabilitas Cepat dan Teknologi Kritis menjadi Kepala Akuisisi Persenjataan, sekaligus tetap memimpin kantor tersebut.
Pemerintah AS juga menarik kembali Charles S. Corcoran dari masa pensiun untuk memimpin Universitas Angkatan Udara AS. Ia juga dinominasikan memperoleh kenaikan pangkat menjadi letnan jenderal.
Perubahan berikutnya mencakup Robert J. Hutt yang dinominasikan naik pangkat menjadi letnan jenderal dan tetap menjalankan tugas sebagai Asisten Militer Senior bagi Wakil Menteri Perang.
Christopher R. Norrie dipromosikan menjadi letnan jenderal dan ditunjuk sebagai Komandan Jenderal Korps III Angkatan Darat AS serta Fort Hood. Sementara Christopher S. Povak mendapat promosi serupa dan dipercaya menjadi Wakil Kepala Operasi Angkatan Luar Angkasa AS.
Adapun John D. Saccomando dipromosikan menjadi Laksamana Muda dan ditunjuk sebagai Kepala Cadangan Angkatan Laut AS.
Perombakan tersebut berlangsung ketika pemerintahan Trump menjadikan sektor pertahanan sebagai salah satu prioritas utama. Melalui Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional (NDAA), militer AS menargetkan peningkatan jumlah personel aktif hingga lebih dari 1,3 juta anggota.
Rencana peningkatan kekuatan tersebut mencakup penambahan personel Angkatan Darat menjadi sekitar 454 ribu tentara serta peningkatan jumlah personel Angkatan Laut menjadi sekitar 334.600 pelaut. Selain itu, Angkatan Udara dan Angkatan Luar Angkasa juga mendapat tambahan personel untuk mendukung pengembangan kapasitas pertahanan.
Di sisi lain, penunjukan pejabat baru ini terjadi saat konflik AS-Iran belum sepenuhnya berakhir. Trump sebelumnya menyatakan adanya pembicaraan baru untuk mengakhiri konflik, tetapi Iran membantah keterlibatan dalam proses negosiasi tersebut.
Trump mengatakan dirinya menunda rencana serangan baru terhadap Iran setelah menyebut adanya kemungkinan jalur diplomasi. “Sekarang yang kita lakukan adalah kita berbicara dengan mereka dalam bentuk negosiasi. Itu dimulai besok sore,” katanya.
Pemerintah AS belum memberikan rincian mengenai pihak-pihak yang akan terlibat dalam pembicaraan tersebut. Namun, pergantian struktur komando militer menunjukkan Washington tetap memperkuat kesiapan pertahanan di tengah situasi geopolitik yang belum stabil. []
Redaksi08
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan