Kebakaran hutan dan lahan di Gunung Bromo telah meluas ke wilayah Kabupaten Probolinggo dengan luas terdampak sekitar 7,9 hektare, sementara tim gabungan masih berupaya memadamkan api yang terus merembet.
PROBOLINGGO – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo terus meluas hingga memasuki wilayah administratif Kabupaten Probolinggo. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo memperkirakan luas area yang terdampak telah mencapai sekitar 7,9 hektare, sementara proses pemadaman masih berlangsung karena api belum sepenuhnya berhasil dikendalikan.
Perluasan kebakaran terjadi dari Blok Bantengan di Kabupaten Lumajang menuju kawasan Watu Gede di Kabupaten Probolinggo. Api dilaporkan telah memasuki wilayah Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, sehingga memerlukan penanganan terpadu dari berbagai instansi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, mengatakan personel BPBD Probolinggo telah diterjunkan untuk melakukan pemadaman di kawasan terdampak.
Dalam upaya mengendalikan kebakaran, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Probolinggo bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur (Jatim), Perum Perhutani (Perhutani), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Agen Penanggulangan Bencana Jatim, serta para relawan.
Oemar menjelaskan kobaran api hingga kini masih bergerak ke arah timur sehingga berpotensi memperluas area terdampak apabila belum segera dipadamkan sepenuhnya.
Petugas gabungan masih melakukan pemadaman dan pemantauan di sejumlah titik api guna mencegah kebakaran meluas ke kawasan lain di sekitar Gunung Bromo. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan