Tim gabungan memastikan kebakaran lahan sekitar satu hektare di Desa Pasir telah padam, tetapi patroli tetap dilakukan untuk mencegah munculnya titik api baru selama cuaca kering.
MEMPAWAH – Tim gabungan menyatakan tidak lagi menemukan titik panas setelah menyelesaikan pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas sekitar satu hektare di Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Kamis (06/08/2026). Meski kondisi telah aman, patroli tetap dilakukan untuk mencegah api kembali muncul akibat cuaca kering.
Hasil pemantauan hingga pukul 13.00 Waktu Indonesia Barat (WIB) menunjukkan wilayah Dusun Sebukit Rama nihil titik panas (hotspot). Petugas tetap bersiaga dan melakukan pemeriksaan berkala karena bara yang tersisa berpotensi kembali menyala.
Patroli melibatkan personel Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mempawah, Manggala Agni, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), serta instansi terkait.
Kegiatan tersebut dipimpin Kepala Satuan Samapta (Kasat Samapta) Kepolisian Resor (Polres) Mempawah Tohari bersama Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Mempawah Hilir Edi Marwan. Personel Komando Rayon Militer (Koramil) 1201-03/Mempawah dan Unit Identifikasi Polres Mempawah turut dilibatkan dalam pemeriksaan lokasi.
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Mempawah Ade Chandra Capa Yanto melalui Edi mengatakan, pengecekan dilakukan untuk memastikan kondisi lokasi sekaligus mengevaluasi perkembangan penanganan oleh tim gabungan, sebagaimana diberitakan Polres Mempawah, Kamis (06/08/2026).
“Pengecekan ini merupakan bagian dari upaya memastikan titik api benar-benar padam sehingga tidak kembali menyala. Kami juga terus melakukan patroli dan pemantauan secara berkala sebagai langkah antisipasi munculnya titik api baru,” ujar Edi.
Sebelumnya, tim gabungan menemukan satu titik panas di lokasi kebakaran dengan koordinat 0°25’43,488″ lintang utara dan 109°02’04,08″ bujur timur. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai satu hektare.
Untuk menangani kebakaran tersebut, petugas mengerahkan tiga unit pompa air, sembilan gulung selang, tiga nosel, lima kendaraan roda empat, dan tiga kendaraan roda dua. Sarana tersebut digunakan untuk mempercepat pemadaman serta pendinginan area terdampak.
Kerja sama antarpersonel membuat proses pemadaman dan pendinginan dapat diselesaikan. Kondisi lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali, meskipun pemantauan masih dilanjutkan untuk mengantisipasi kebakaran susulan.
Edi mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta segera melapor kepada aparat apabila menemukan asap maupun indikasi munculnya titik api.
“Pencegahan merupakan langkah paling efektif dalam penanggulangan Karhutla. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melapor apabila menemukan indikasi kebakaran agar dapat ditangani sejak dini,” tegas Edi.
Polres Mempawah akan meningkatkan patroli terpadu dan pemantauan titik panas selama musim kemarau. Sinergi bersama instansi terkait dan masyarakat diharapkan dapat mencegah karhutla sekaligus mempercepat penanganan apabila kebakaran kembali terjadi. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan