Serangan rudal dan drone yang diklaim Houthi memicu gangguan penerbangan di Bandara Internasional Raja Khalid dan meningkatkan kewaspadaan di Riyadh.
RIYADH – Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Raja Khalid, Riyadh, Arab Saudi, mengalami penundaan besar-besaran setelah serangan rudal dan drone yang diklaim dilancarkan milisi Houthi dari Yaman pada Sabtu (19/9).
Gangguan penerbangan tersebut terjadi bersamaan dengan meningkatnya kewaspadaan di Riyadh setelah pertahanan udara Arab Saudi mencegat rudal yang disebut mengarah ke ibu kota. Peringatan darurat terdengar dan warga melaporkan suara ledakan keras di sejumlah kawasan.
Dua ledakan juga dilaporkan mengguncang bagian barat Riyadh, kawasan yang menjadi lokasi sejumlah kedutaan asing. Belum ada laporan langsung mengenai korban akibat serangan tersebut.
Data FlightRadar24 menunjukkan adanya penundaan besar-besaran di Bandara Internasional Raja Khalid pada Sabtu (19/9). Reuters juga melaporkan terlihat asap membumbung di sekitar kawasan bandara, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Senin, (21/09/2026).
Serangan tersebut tidak hanya diklaim menyasar Riyadh. Juru bicara militer Houthi Yahya Saree mengatakan kelompoknya menembakkan sejumlah rudal dan drone ke sejumlah lokasi yang disebutnya sebagai sasaran sensitif di ibu kota Arab Saudi.
Yahya Saree juga mengklaim fasilitas perusahaan minyak nasional Arab Saudi di Yanbu menjadi sasaran. Yanbu merupakan terminal penting yang berada di pesisir Laut Merah.
“sejumlah besar rudal balistik, rudal jelajah, dan drone” ke sejumlah “lokasi sensitif” di Riyadh.
Di sisi lain, Arab Saudi mengonfirmasi pertahanan udaranya berhasil mencegat rudal yang mengarah ke Riyadh. Juru bicara koalisi militer pimpinan Arab Saudi di Yaman, Turki Al-Maliki, menyatakan pertahanan udara juga menggagalkan serangan yang diarahkan terhadap sasaran sipil.
“warga sipil dan infrastruktur sipil”
Serangan terbaru itu menunjukkan kembali meningkatnya ketegangan antara Houthi dan Arab Saudi setelah hubungan kedua pihak memanas dalam beberapa bulan terakhir. Dampak terhadap penerbangan dan keamanan kawasan Riyadh kini menjadi bagian dari perkembangan situasi yang masih berlangsung. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan