Tim gabungan Polresta Banjarmasin dan relawan menemukan seorang pria yang tenggelam di Sungai Martapura setelah melakukan penyisiran sejak dini hari.
BANJARMASIN – Tim gabungan Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banjarmasin dan relawan menemukan seorang pria berinisial F (50) yang tenggelam di Sungai Martapura, Kamis (06/08/2026). Korban ditemukan sekitar pukul 09.25 Waktu Indonesia Tengah (WITA), beberapa jam setelah dilaporkan tenggelam diduga akibat terpeleset saat hendak mandi.
Korban sebelumnya dilaporkan tenggelam sekitar pukul 02.00 WITA. Setelah menerima informasi tersebut, personel Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polresta Banjarmasin bersama relawan langsung melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian sekaligus mengamankan barang-barang milik korban.
Operasi pencarian kemudian dipimpin Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Banjarmasin Riza Muttaqin dengan menyusuri aliran Sungai Martapura menggunakan speedboat milik Satpolairud Polresta Banjarmasin.
“Alhamdulillah setelah dilakukan pencarian bersama personel Satpolairud Polresta Banjarmasin dan dibantu relawan, korban berhasil kami temukan. Lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian,” ujarnya sebagaimana dilansir Antara, Jumat, (07/08/2026).
Penyisiran dilakukan secara terarah pada sejumlah titik yang diperkirakan menjadi jalur korban terbawa arus. Koordinasi antara kepolisian dan relawan membuat proses pencarian dapat dilakukan sejak dini hari hingga akhirnya korban ditemukan tidak jauh dari lokasi awal kejadian.
Setelah ditemukan sekitar pukul 09.25 WITA, korban dievakuasi dari Sungai Martapura dan selanjutnya dibawa ke kamar jenazah Rumah Sakit (RS) Ulin Banjarmasin untuk penanganan lebih lanjut.
Riza mengatakan pengalamannya menangani berbagai peristiwa di wilayah perairan turut membantu proses koordinasi pencarian. Sebelumnya, ia pernah bertugas di Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan (Kalsel).
“Pengalaman bertugas di Polairud menjadi bekal dalam menangani operasi pencarian di perairan sehingga koordinasi di lapangan dapat berjalan lebih efektif,” katanya.
Menurut Riza, kerja sama kepolisian dan relawan menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat proses pencarian. Ia juga mengapresiasi personel Satpolairud dan para relawan yang langsung bergerak sejak dini hari setelah menerima laporan masyarakat.
Kasus tersebut sekaligus menjadi pengingat mengenai risiko aktivitas di kawasan bantaran Sungai Martapura, terutama ketika dilakukan pada malam atau dini hari serta saat kondisi tepian sungai licin.
Riza mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di bantaran maupun di atas Sungai Martapura untuk mengurangi risiko kecelakaan serupa.
“Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Polresta Banjarmasin akan terus hadir, mendengar dan membantu masyarakat dengan semangat Kayuh Baimbai Jaga Banua, Bersama Kita Wujudkan,” kata Kapolresta Banjarmasin. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan