Presiden Suriah Serukan Israel Hormati Perjanjian 1974

Presiden Suriah Ahmed Al Sharaa menyerukan penarikan Israel dan penghormatan terhadap perjanjian 1974 sembari menyatakan Suriah tengah menjalankan proses pemulihan dan rekonstruksi.

NEW YORK – Presiden Suriah Ahmed Al Sharaa menyerukan penarikan Israel dari wilayah Suriah dan penghormatan terhadap perjanjian 1974 dalam pidatonya pada Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, Rabu (23/09/2026).

Seruan tersebut disampaikan ketika Al Sharaa memaparkan kondisi Suriah yang menurutnya mulai memasuki fase pemulihan setelah sanksi dicabut dan proses rekonstruksi berjalan. Ia menyebut pembangunan kembali institusi militer dan sipil, pemberantasan perdagangan narkoba, serta pembentukan kemitraan internasional sebagai bagian dari upaya pemulihan negaranya.

“Satu tahun lalu, saya berdiri di hadapan Anda untuk mewakili rakyat saya untuk pertama kalinya,” kata dia dalam siaran langsung Sidang Majelis Umum dari YouTube PBB, Rabu, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Rabu, (23/09/2026).

Al Sharaa kemudian berujar, “Tahun lalu saya katakan Suriah telah kembali. Hari ini, saya bilang Suriah sedang bangkit.”

Namun, di tengah upaya pemulihan tersebut, Al Sharaa menyoroti serangkaian serangan Israel terhadap Suriah. Ia mengeklaim terdapat 500 serangan, lebih dari 1.200 penyusupan, dan 300 penangkapan yang dilakukan dalam rangkaian tindakan tersebut.

“Hal ini bertentangan dengan orientasi yang kita lihat di tingkat global. Ini mengingatkan kita pada era yang kita kira sudah lama berlalu.”

Al Sharaa selanjutnya menyerukan agar Israel menarik diri dari wilayah Suriah serta kembali berkomitmen terhadap perjanjian yang disepakati pada 1974.

“Kami melawan upaya Israel untuk memaksakan fait accompli (situasi yang sudah terjadi dan tidak dapat diubah). Kami menolak agresi mereka yang merusak perdamaian dan keamanan,” ungkap Al Sharaa.

Ia menyatakan peluang untuk menciptakan perdamaian dan keamanan tetap terbuka bagi pihak-pihak yang menghendaki kehidupan damai. Menurut dia, perdamaian yang adil harus menjunjung hak seluruh pihak.

Serangan Israel ke Suriah disebut kembali terjadi dalam beberapa kesempatan. Pada Agustus 2026, serangan udara Israel dilaporkan menyasar pangkalan udara di Aleppo, wilayah Suriah yang berada tidak jauh dari perbatasan Turki. Insiden tersebut memicu kemarahan pemerintah Suriah dan Turki.

Di hadapan forum internasional itu, Al Sharaa menempatkan pemulihan Suriah dan penghentian tindakan militer sebagai dua isu yang berjalan beriringan. Ia menyatakan negaranya berupaya membangun kembali institusi negara sekaligus mempertahankan keamanan dan kedaulatannya di tengah ketegangan dengan Israel. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *