Indonesia memanfaatkan berbagai pertemuan bilateral dan multilateral di sela SMU PBB ke-81 untuk menggalang dukungan pencalonan sebagai anggota tidak tetap DK PBB periode 2029-2030.
JAKARTA – Pemerintah Indonesia memanfaatkan rangkaian pertemuan diplomatik dalam Sidang Majelis Umum (SMU) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81 untuk membangun dukungan terhadap pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB periode 2029-2030. Upaya itu dilakukan melalui pertemuan dengan sejumlah negara dan kelompok regional di tengah pembahasan isu perdamaian, Palestina, serta dinamika global.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia (RI) Sugiono mengatakan pertemuan bilateral dan multilateral yang diikutinya di sela SMU PBB menjadi ruang untuk menyampaikan pencalonan Indonesia kepada negara-negara mitra.
“Saya juga menggunakan berbagai pertemuan tersebut untuk menggalang dukungan bagi pencalonan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029-2030,” kata Sugiono dalam keterangannya, Kamis (24/09/2026), sebagaimana diberitakan Kompas, Kamis (24/09/2026).
Salah satu agenda yang diikuti Sugiono adalah pertemuan mengenai Palestina bersama para menteri dari kelompok Group of Eight Arab and Islamic Countries. Kelompok tersebut melibatkan Qatar, Turki, Mesir, Yordania, Pakistan, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Pembahasan dalam pertemuan itu mencakup rekonstruksi Gaza serta upaya menuju gencatan senjata permanen di Palestina. Indonesia juga mengikuti pertemuan The Road Ahead: One Year After the New York Declaration yang membahas langkah konkret menuju perdamaian di Gaza.
“Tahun lalu, pada momen yang sama kita juga telah menyusun roadmap yang sekarang waktunya kita bergerak menuju implementasi,” imbuh Sugiono.
Selain isu Palestina, diplomasi Indonesia dilakukan melalui pertemuan MIKTA. Forum tersebut mempertemukan Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Türkiye, dan Australia untuk membahas perkembangan serta dinamika global.
Indonesia juga terlibat dalam Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN-Pacific Alliance. Forum tersebut mempertemukan negara-negara anggota ASEAN dengan empat negara dalam Pacific Alliance, yakni Meksiko, Kolombia, Peru, dan Chile.
“Pertemuan lain yang saya hadiri kemarin adalah Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN-Pacific Alliance. Yang merupakan forum yang mempertemukan negara-negara ASEAN dengan empat negara Pacific Alliance, yaitu Meksiko, Kolombia, Peru, dan Chile,” kata Menlu.
Sugiono juga melakukan pertemuan dengan menteri luar negeri Jerman, Inggris, dan Belanda serta salah satu kandidat Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB dari Kosta Rika. Rangkaian pertemuan tersebut menjadi bagian dari pendekatan diplomatik Indonesia untuk memperkenalkan dan memperoleh dukungan atas pencalonan periode 2029-2030.
Indonesia sebelumnya juga telah menyatakan pencalonannya untuk kursi tidak tetap DK PBB periode 2029-2030. PBB menjelaskan anggota tidak tetap DK PBB dipilih Majelis Umum untuk masa jabatan dua tahun, dengan memperhatikan kontribusi negara terhadap pemeliharaan perdamaian dan keamanan internasional serta prinsip keterwakilan geografis yang adil.
Indonesia tercatat telah empat kali menjadi anggota tidak tetap DK PBB, yakni untuk periode 1973-1974, 1995-1996, 2007-2008, dan 2019-2020.
Pemilihan anggota tidak tetap DK PBB untuk periode 2029-2030 dijadwalkan berlangsung pada 2028. Dokumen Kementerian Luar Negeri juga mencantumkan pemilihan tersebut sebagai salah satu agenda pencalonan Indonesia di PBB. []
Reddaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan