Bunda Literasi HSS Ajak Komunitas Tarik Minat Baca Generasi Muda

Kolaborasi komunitas literasi HSS dan Tabalong diarahkan untuk menciptakan ruang membaca dan diskusi yang menarik bagi generasi muda sekaligus memperkuat budaya literasi di masyarakat.

HULU SUNGAI SELATAN – Kolaborasi komunitas literasi lintas daerah diharapkan menjadi penggerak untuk membangun kebiasaan membaca sekaligus menyediakan ruang bagi generasi muda dalam bertukar gagasan. Upaya tersebut mengemuka dalam kegiatan ruang cerita dan diskusi positif yang mempertemukan Komunitas Klub Buku Hulu Sungai Selatan (HSS) dengan komunitas dari Kabupaten Tabalong di Kandangan, Minggu (9/8/2026).

Bunda Literasi HSS Mustaidah Syafrudin Noor menilai keberadaan komunitas literasi dapat memperluas akses masyarakat terhadap aktivitas membaca, terutama bagi generasi muda. Menurutnya, kegiatan yang dikemas secara kreatif dan melibatkan anak muda dapat membuat aktivitas membaca lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, sebagaimana diberitakan Antara, Senin (10/08/2026).

“Saya berharap kegiatan seperti ini dapat membawa kebaikan dan memberikan manfaat bagi perkembangan literasi di Kabupaten HSS,” katanya saat berhadir dalam kegiatan ruang cerita dan diskusi positif Komunitas Klub Buku HSS bersama komunitas dari Kabupaten Tabalong, di Kandangan, Minggu.

Ia mengatakan ruang baca dan ruang diskusi tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi juga dapat menjadi sarana bagi generasi muda untuk memperluas wawasan dan menyampaikan gagasan secara positif.

“Melalui kegiatan yang kreatif, santai, dan melibatkan anak-anak muda kita, komunitas dapat menjadi salah satu penggerak dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya kebiasaan membaca,” ujarnya.

Menurut Mustaidah, penguatan budaya literasi membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, komunitas, keluarga, sekolah hingga masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar gerakan membaca tidak berhenti pada kegiatan sesaat, tetapi berkembang menjadi kebiasaan yang berkelanjutan.

“Sinergi antara pemerintah, komunitas, keluarga, sekolah, dan masyarakat menjadi penting, agar budaya membaca dapat tumbuh secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Kegiatan bertema “Membangun Ruang Baca, Bertumbuh, dan Berdaya Bersama Komunitas Literasi” tersebut menjadi wadah untuk berbagi cerita dan bertukar gagasan sekaligus memperkuat hubungan antarkomunitas literasi. Kehadiran komunitas dari Tabalong juga menunjukkan bahwa pengembangan budaya baca dapat dilakukan melalui kerja sama lintas daerah.

Mustaidah berharap komunitas literasi terus mengambil peran dalam menarik minat baca masyarakat. Dengan semakin banyak ruang yang memungkinkan anak muda membaca, berdiskusi, dan menyampaikan gagasan, gerakan literasi di HSS diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com