Tes Urine Aparatur Kampung, Pemkab Berau Perkuat Integritas Birokrasi

Pemkab Berau menjadikan pemeriksaan urine aparatur kampung di wilayah pesisir sebagai bagian dari pencegahan narkotika, penguatan integritas birokrasi, dan upaya menjaga kualitas pelayanan publik.

BERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau memperkuat upaya menjaga integritas aparatur kampung dan kualitas pelayanan publik melalui pemeriksaan urine sebagai langkah pencegahan serta deteksi dini penyalahgunaan narkotika. Pemeriksaan bagi aparatur dari tiga kecamatan wilayah pesisir tersebut digelar di Kantor Kecamatan Talisayan, Senin (10/08/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Berau itu diikuti aparatur kampung dari Kecamatan Tabalar, Kecamatan Biatan, dan Kecamatan Talisayan. Pemeriksaan tidak hanya diarahkan untuk mendeteksi penyalahgunaan narkotika, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan aparatur pemerintahan.

Kepala Badan Kesbangpol Berau Salim mengatakan, pemeriksaan urine merupakan bagian dari program Pemkab Berau untuk membangun lingkungan pemerintahan yang terbebas dari penyalahgunaan narkotika. Upaya tersebut menurutnya juga membutuhkan dukungan lintas sektor, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), aparat keamanan, hingga instansi vertikal.

“Tes urine ini dilakukan agar aparatur pemerintah di Kabupaten Berau bersih dan terhindar dari penyalahgunaan narkoba. Aparatur sehat, kampung kuat, masyarakat hebat,” ujarnya.

Wakil Bupati (Wabup) Berau Gamalis yang hadir memantau kegiatan menilai pemeriksaan tersebut memiliki kaitan langsung dengan upaya menjaga profesionalitas dan kepercayaan masyarakat terhadap aparatur pemerintahan.

Gamalis, sebagaimana diberitakan Prokopim Berau, Senin, (10/08/2026), menegaskan pemeriksaan harus dilaksanakan secara tertib, objektif, dan tetap menghormati hak privasi setiap peserta.

“Tes urine ini bukan hanya administratif semata. Ini merupakan upaya pembinaan sekaligus pencegahan dan deteksi dini penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif di lingkungan pemerintahan,” tegasnya.

Menurut Gamalis, aparatur pemerintah memegang tanggung jawab sebagai penyelenggara pemerintahan sekaligus pelayan masyarakat. Karena itu, integritas, profesionalitas, dan kedisiplinan menjadi hal yang harus dijaga bersamaan dengan komitmen menciptakan lingkungan kerja bebas dari penyalahgunaan narkotika.

“Sebagai penyelenggara pemerintahan dan pelayan masyarakat, kita menaruh kepercayaan kepada aparatur. Kepercayaan tersebut harus dijawab dengan menjaga profesionalitas, integritas, disiplin, serta menciptakan lingkungan pemerintah yang bebas dari penyalahgunaan narkotika,” katanya.

Penyalahgunaan narkotika dinilai tidak hanya berdampak terhadap kesehatan individu, tetapi juga berpotensi memengaruhi kehidupan keluarga, produktivitas kerja, hingga kualitas pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, aparatur pemerintahan diharapkan mampu menjadi contoh dalam upaya pencegahan, baik di lingkungan kerja maupun masyarakat.

“Jaga diri, jaga keluarga dan jaga lingkungan. Kita harus menjadi contoh dan benteng pertahanan dari penyalahgunaan narkoba,” pesannya.

Selain menjadi instrumen deteksi dini, pemeriksaan urine diharapkan memperkuat komitmen membangun birokrasi yang sehat. Gamalis menegaskan Pemkab Berau akan terus mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan pemerintahan.

“Pemkab selalu mendukung upaya menciptakan lingkungan pemerintahan yang bersih dan birokrasi yang sehat. Ini merupakan pondasi penting untuk menghadirkan layanan publik yang berkualitas,” pungkasnya.

Melalui pembinaan dan pemeriksaan secara objektif serta tetap menjaga privasi peserta, Pemkab Berau berharap aparatur kampung dapat menjadi bagian terdepan dalam menciptakan lingkungan pemerintahan yang bersih dari penyalahgunaan narkotika sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com