Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menjadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai seruan memperkuat persatuan menghadapi tekanan keuangan daerah, kemarau panjang, gagal panen, dan risiko kebakaran.
KUTAI KARTANEGARA – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) untuk memperkuat optimisme dan persatuan masyarakat menghadapi berbagai tantangan daerah, mulai dari tekanan keuangan, kemarau panjang, gagal panen, hingga kebakaran.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri saat memimpin Gerakan Nasional Pembagian dan Pemasangan Bendera Merah Putih di Taman Pujasera Tenggarong, Senin (10/08/2026).
Aulia menilai semangat kemerdekaan harus diterjemahkan dalam kerja nyata untuk menjaga keberlanjutan pembangunan dan memperkuat kemampuan daerah menghadapi persoalan yang muncul, termasuk dampak kondisi alam terhadap sektor pertanian.
“Jangan pernah menyerah dengan semua permasalahan yang kita hadapi. Seperti masalah keuangan daerah, kita juga dihadapkan dengan masalah alam, kemarau yang panjang, banyak sawah gagal panen dan terjadi kebakaran. Yakinlah kita semua mampu menghadapi ini semua,” tegasnya.
Menurut Aulia, berbagai tantangan tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah, dunia usaha, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, pelajar, dan kelompok masyarakat lainnya dinilai harus bergerak bersama agar pembangunan tetap berjalan dan kesejahteraan masyarakat dapat terus ditingkatkan.
Ia mengajak masyarakat menyatukan langkah melalui semangat Kukar Idaman Terbaik, sekaligus menjaga persatuan dan gotong royong sebagai modal menghadapi dinamika pembangunan daerah.
Aulia menegaskan, peringatan 81 tahun kemerdekaan tidak semestinya berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus menjadi pengingat atas pengorbanan para pejuang sekaligus mendorong masyarakat meneruskan perjuangan melalui pembangunan.
“Ini untuk mengingatkan kembali kepada kita bahwa 81 tahun yang silam banyak nyawa telah dikorbankan untuk merebut kemerdekaan ini. Hari ini kita bisa berdiri di sini, di Kabupaten Kukar, dan harus bisa mengisi kemerdekaan dengan pembangunan serta memelihara persatuan dan kesatuan sebagai bagian dari Indonesia,” kata Aulia, sebagaimana diberitakan Kukarpaper, Senin (10/08/2026).
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Bupati Kukar secara simbolis menyerahkan Bendera Merah Putih kepada para camat se-Kukar, tokoh agama, tokoh adat, paguyuban, dan perwakilan pelajar.
Pembagian bendera dilanjutkan dengan pemasangan Merah Putih secara serentak di sepanjang jalan protokol Tenggarong, mulai Jalan Diponegoro hingga kawasan Jembatan Kutai Kartanegara. Gerakan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus mengajak masyarakat memperkuat semangat kebangsaan.
Kegiatan turut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kukar Ahmad Yani, Adji Muhammad Arifin, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kukar, sejumlah pejabat, serta tokoh masyarakat.
Aulia berharap peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dapat memperkuat keyakinan masyarakat bahwa berbagai persoalan daerah dapat diselesaikan melalui kebersamaan. Ia juga menginginkan Kukar terus berkembang menjadi daerah yang maju, masyarakatnya semakin sejahtera, serta kehidupan sosial berlangsung harmonis dan bahagia.
Gerakan pembagian dan pemasangan Bendera Merah Putih diharapkan menjadi lebih dari sekadar simbol perayaan kemerdekaan. Semangat nasionalisme, persatuan, dan gotong royong yang dibangun melalui kegiatan tersebut diharapkan menjadi modal sosial masyarakat Kukar untuk menghadapi tekanan ekonomi, risiko bencana, serta tantangan pembangunan daerah. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan