Lahan Tak Terpakai di Rutan Muntok Kini Hasilkan 300 Telur Sehari

Pemanfaatan lahan tak terpakai di Rutan Muntok menghasilkan rata-rata 300 telur per hari sekaligus menjadi sarana pembinaan keterampilan bagi warga binaan.

MUNTOK – Lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan di dalam Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Muntok, Kabupaten Bangka Barat (Bangka Barat), Kepulauan Bangka Belitung, kini diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus menjadi ruang pelatihan keterampilan bagi warga binaan.

Pemanfaatan lahan tersebut dilakukan melalui pengembangan peternakan ayam petelur yang dikelola langsung oleh warga binaan. Program ini tidak hanya ditujukan untuk menghasilkan bahan pangan, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat menjadi modal kemandirian setelah menjalani masa pidana.

Kepala Rutan Kelas IIB Muntok Andri Ferly mengatakan pengelolaan peternakan dilakukan oleh narapidana yang sebelumnya telah memperoleh pelatihan budidaya unggas. “Peternakan tersebut dikelola langsung oleh narapindana yang telah mendapatkan pembekalan pelatihan khusus budidaya unggas,” kata Ferly dalam keterangannya, sebagaimana dilansir Metro TV, Selasa, (11/08/2026).

Dalam kegiatan sehari-hari, warga binaan terlibat dalam berbagai tahapan pengelolaan peternakan. Kegiatan itu meliputi pemberian pakan, pembersihan kandang, pemantauan kesehatan ayam, hingga pemanenan telur.

Selain menjadi sarana pembinaan kemandirian, hasil peternakan juga dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan di lingkungan rutan. Rata-rata produksi mencapai sekitar 300 butir telur ayam setiap hari.

Seluruh telur yang dipanen diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dapur umum Rutan Muntok. Dengan demikian, produksi peternakan dapat membantu menyediakan sumber protein bagi para penghuni rutan sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan gizi harian.

Ferly menuturkan pemanfaatan lahan tersebut diarahkan agar kegiatan pembinaan memiliki hasil yang dapat dirasakan secara langsung oleh warga binaan. “Upaya ini ini dilakukan secara konsisten setiap harinya guna meningkatkan gizi dan variasi menu harian warga binaan,” ujar Ferly.

Program tersebut sekaligus menunjukkan bahwa lahan yang sebelumnya tidak produktif dapat dioptimalkan untuk kegiatan yang memiliki manfaat ganda, yakni mendukung kebutuhan pangan internal dan memberikan pengalaman kerja kepada warga binaan. Pengelolaan peternakan secara rutin diharapkan dapat memperkuat keterampilan praktis yang dimiliki warga binaan selama mengikuti pembinaan di Rutan Muntok. []

Redaksi1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com