Polisi Petakan Titik Rawan, Keamanan Banjarmasin Tengah Jadi Prioritas

Polsek Banjarmasin Tengah mengandalkan pemetaan wilayah, patroli, sambang, dan komunikasi dengan warga untuk mendeteksi potensi gangguan keamanan sebelum berkembang.

BANJARMASIN – Polsek Banjarmasin Tengah menempatkan deteksi dini dan kedekatan dengan masyarakat sebagai strategi awal untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) setelah Bimasa Zebua mulai memimpin Kepolisian Sektor (Polsek) Banjarmasin Tengah.

Langkah tersebut dilakukan dengan memetakan karakteristik wilayah, aktivitas masyarakat, serta titik yang berpotensi mengalami gangguan keamanan. Pemetaan menjadi dasar untuk menentukan pola patroli, sambang, dan komunikasi yang lebih tepat dengan warga.

Bimasa mengatakan pendekatan tersebut diperlukan agar kepolisian tidak hanya bertindak setelah gangguan terjadi, tetapi dapat mengenali persoalan yang berpotensi berkembang menjadi tindak pidana sejak awal. Hal itu disampaikannya sebagaimana diberitakan Antara, Rabu (12/8/2026).

“Pertama saya akan beradaptasi dengan tugas yang telah diamanatkan, kemudian melihat situasi dan kondisi wilayah serta memetakan potensi kerawanan yang ada,” kata Bimasa.

Untuk memperkuat pencegahan, jajaran Polsek Banjarmasin Tengah akan meningkatkan patroli dan sambang sekaligus membuka komunikasi dengan masyarakat. Informasi dari warga dinilai penting untuk membantu polisi mengetahui persoalan keamanan yang berkembang di lingkungan setempat.

“Kami akan memperkuat sinergi dengan pemerintah setempat, kelurahan dan seluruh unsur masyarakat karena menjaga kamtibmas merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Bimasa sebelumnya bertugas sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Kepolisian Resor (Polres) Barito Kuala. Pengalaman di bidang penyidikan tersebut akan menjadi salah satu bekal dalam menangani laporan tindak pidana sekaligus memperkuat upaya pencegahan.

Selain berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan kelurahan, polisi akan membangun komunikasi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, serta kelompok warga. Pola tersebut diharapkan membuat berbagai persoalan sosial dapat diketahui lebih cepat sebelum berkembang menjadi gangguan keamanan.

Bimasa juga menekankan pentingnya kehadiran personel di lapangan, khususnya pada lokasi dengan aktivitas masyarakat yang tinggi maupun wilayah yang berdasarkan hasil pemetaan membutuhkan pengawasan lebih intensif.

“Kami ingin polisi hadir sebelum terjadi gangguan, sehingga potensi masalah bisa diketahui dan dicegah sedini mungkin. Pelayanan kepada masyarakat juga harus cepat dan humanis,” ujar Bimasa.

Pergantian kepemimpinan di Polsek Banjarmasin Tengah sebelumnya dilakukan melalui serah terima jabatan yang dipimpin Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Banjarmasin Riza Muttaqin di Markas Kepolisian Resor Kota (Mapolresta) Banjarmasin, Rabu (12/8).

Riza menekankan pentingnya pejabat baru memahami karakteristik wilayah serta menjalankan tugas secara bertanggung jawab untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

“Dengan semangat “Kayuh Baimbai Jaga Banua, Bersama Kita Wujudkan” untuk kamtibmas yang kondusif sebagai wujud nyata Polri hadir untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat,” tutur Riza Muttaqin.

Melalui pemetaan kerawanan, patroli, sambang, dan penguatan komunikasi dengan warga, Polsek Banjarmasin Tengah diarahkan untuk membangun pola pengamanan yang lebih proaktif. Strategi tersebut diharapkan mampu mempercepat respons terhadap persoalan warga sekaligus mencegah gangguan keamanan sebelum terjadi. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com