Pelti Banjarmasin Cup 2026 mempertemukan hampir 200 petenis muda dari berbagai daerah di Kalsel sebagai bagian dari pembinaan, penjaringan, dan penguatan mental bertanding sejak usia dini.
BANJARMASIN – Persaingan antardaerah menjadi bagian penting dalam pembinaan petenis muda melalui Pelti Banjarmasin Cup 2026. Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Kota Banjarmasin memperluas peserta hingga mencakup seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk memberi pengalaman bertanding yang lebih beragam sejak usia dini.
Kompetisi yang digelar di Lapangan Tenis Dharma Praja Banjarmasin, Jumat (25/09/2026), tersebut diikuti hampir 200 peserta. Mereka bertanding pada kategori usia 8, 10, 12, dan 14 tahun untuk kelompok putra dan putri.
Ketua Harian Pelti Kota Banjarmasin Hardian Oetama mengatakan, perluasan cakupan turnamen memungkinkan petenis muda Banjarmasin menghadapi lawan dari berbagai daerah. Menurutnya, pengalaman tersebut penting untuk membentuk kesiapan mental sebelum atlet tampil pada kompetisi dengan tingkat persaingan yang lebih tinggi.
“Kalau sebelumnya kami mengadakan hanya lingkup Kota Banjarmasin, kali ini kami buka se-Kalsel. Diikuti kurang lebih hampir 200 peserta,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Media Center (MC) Kalsel, Jumat, (25/09/2026).
Peserta yang ambil bagian berasal dari sejumlah daerah, di antaranya Tanah Laut, Kotabaru, Hulu Sungai hingga Tabalong. Kehadiran petenis dari berbagai wilayah membuat pertandingan tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga kesempatan bagi atlet muda untuk mengukur kemampuan di luar lingkungan pertandingan yang biasa mereka hadapi.
Hardian menyebut pengalaman menghadapi lawan dengan kemampuan berbeda menjadi bagian dari persiapan menuju kompetisi yang lebih tinggi. Ia menilai atlet perlu dibiasakan dengan tekanan pertandingan sejak dini agar memiliki kesiapan ketika memasuki level nasional.
“Ini menjadi ajang sparing untuk persiapan, terutama persiapan mental anak-anak kita agar bisa bertemu lawan yang lebih bagus. Sehingga nanti kalau mereka maju ke tingkat nasional tidak kaget lagi,” katanya.
Selain menguji kemampuan atlet, jumlah peserta yang mencapai hampir 200 orang juga dinilai menunjukkan meningkatnya ketertarikan anak-anak terhadap tenis. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi Pelti untuk memperkuat proses penjaringan serta regenerasi atlet di Kalsel.
“Terlihat dari jumlah pendaftaran yang cukup banyak, berarti antusias anak-anak di bidang tenis tumbuh. Untuk generasi penerus tenis di Kalsel, saya rasa cukup baik,” jelasnya.
Pelti Banjarmasin Cup 2026 selanjutnya diarahkan menjadi salah satu ruang pembinaan dan penjaringan atlet sejak usia dini. Dengan mempertemukan peserta dari berbagai daerah, kompetisi tersebut diharapkan dapat membantu menemukan bibit potensial sekaligus membangun pengalaman bertanding yang dibutuhkan untuk jenjang berikutnya.
Dorongan pembinaan itu juga diperkuat oleh capaian tim tenis putri Kota Banjarmasin pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) sebelumnya yang berhasil meraih medali emas. Prestasi tersebut menjadi salah satu pemacu bagi atlet muda untuk melanjutkan regenerasi dan mengejar prestasi pada ajang yang lebih tinggi.
“Tim putri Kota Banjarmasin mendapatkan medali emas. Itu tentu menjadi semangat bagi anak-anak Kota Banjarmasin untuk menjadi generasi penerus, agar nanti saat Porprov maupun PON bisa juga berprestasi,” pungkasnya. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan