ilustrasi

Operasi SAR Jelarai Berakhir, Bocah Tenggelam Ditemukan Meninggal

Tim SAR gabungan menemukan bocah yang tenggelam di Perairan Jelarai dalam kondisi meninggal dunia sekitar 1,12 mil laut dari lokasi kejadian setelah pencarian berlangsung selama dua hari.

BULUNGAN – Operasi pencarian dan pertolongan terhadap seorang bocah yang tenggelam di Perairan Jelarai, Kabupaten Bulungan, berakhir setelah Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia, Rabu (12/08/2026), sekitar pukul 12.15 Waktu Indonesia Tengah (WITA). Korban ditemukan sekitar 1,12 nautical mile atau mil laut dari Lokasi Kejadian Perkara (LKP).

Kepala Seksi Operasi dan Siaga (Kasi Ops) Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tarakan Dede Hariana mengatakan, titik penemuan korban berada pada koordinat 2°49’18.3″N 117°24’43.0″E. Dede, sebagaimana diberitakan Radar Kaltara, Rabu, (12/08/2026), memastikan korban ditemukan pada hari kedua pencarian.

“Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi MD di Perairan Jelarai, Kabupaten Bulungan,” kata Dede.

Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi oleh tim gabungan menuju Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. H. Soemarno Sosroatmodjo di Tanjung Selor.

“Korban selanjutnya dievakuasi ke RSD Tanjung Selor,” ujarnya.

Peristiwa bermula ketika korban dilaporkan tenggelam saat berenang di Sungai Desa Jelarai, Selasa (11/8/2026), sekitar pukul 16.30 WITA. Informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Tarakan melalui Unit Siaga SAR Bulungan sekitar pukul 18.40 WITA dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

“Kami menerima informasi adanya satu orang tenggelam saat berenang di Sungai Desa Jelarai dan belum ditemukan,” jelas Dede.

Tim SAR gabungan kemudian melakukan pencarian secara visual di sekitar lokasi kejadian pada hari pertama. Upaya tersebut berlangsung hingga malam, tetapi belum berhasil menemukan korban sehingga operasi dihentikan sementara untuk dilanjutkan keesokan harinya.

“Pencarian hari pertama hasilnya nihil dan operasi dilanjutkan pada pukul 06.30 WITA,” ungkapnya.

Pencarian hari kedua dimulai pada Rabu pagi dengan melibatkan Unit Siaga SAR Bulungan, Pos Angkatan Laut (Pos AL) Tanjung Selor, Kepolisian Resor (Polres) Bulungan, Brigade Mobil (Brimob) Bulungan, Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) Bulungan, BPBD Kaltara, BPBD Bulungan, Palang Merah Indonesia (PMI) Bulungan, keluarga korban, serta masyarakat.

“Seluruh unsur yang terlibat bersama-sama melakukan pencarian hingga korban berhasil ditemukan,” katanya.

Keberhasilan menemukan korban mengakhiri operasi SAR yang berlangsung sejak Selasa petang. Tim gabungan selanjutnya menggelar evaluasi atau debriefing sekitar pukul 12.45 WITA sebelum operasi dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup.

“Operasi SAR dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing,” pungkasnya.

Dengan berakhirnya operasi SAR, seluruh unsur yang terlibat kembali ke satuan masing-masing setelah proses pencarian selama dua hari berhasil menemukan dan mengevakuasi korban. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com