Rupiahverse Fest Tarakan Tekankan Peran Rupiah bagi Generasi Muda

Rupiahverse Fest 2026 di Tarakan menjadi puncak rangkaian literasi Rupiah selama lima bulan yang memadukan edukasi, perlombaan, dan bazar UMKM untuk memperkuat pemahaman masyarakat, terutama generasi muda.

TARAKAN – Literasi mengenai Rupiah diarahkan tidak hanya untuk mengenalkan mata uang kepada masyarakat, tetapi juga menanamkan pemahaman tentang perannya sebagai simbol kedaulatan negara. Pesan tersebut mengemuka dalam Rupiahverse Fest 2026 yang digelar di Gedung Serbaguna Pemerintah Kota Tarakan, Sabtu (26/09/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah untuk Generasi Inklusif dan Berdaya” itu merupakan kolaborasi Ays Indonesia bersama Bank Indonesia (BI) Kalimantan Utara (Kaltara). Rupiahverse Fest menjadi puncak rangkaian literasi Rupiah yang telah berlangsung selama lima bulan dengan melibatkan masyarakat dan generasi muda.

Rangkaian kegiatan tersebut diisi berbagai perlombaan dan edukasi yang berkaitan dengan pemahaman terhadap Rupiah. Pada kegiatan puncak, edukasi tersebut dipadukan dengan bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sehingga literasi Rupiah turut bersentuhan dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

Wali Kota Tarakan Khairul mengatakan pemahaman terhadap Rupiah perlu terus diperkuat, terutama di kalangan generasi muda. Menurutnya, kecintaan terhadap mata uang nasional tidak terlepas dari kesadaran masyarakat mengenai kedudukan Rupiah dalam kehidupan ekonomi dan bernegara.

“Semakin kita tidak mencintai Rupiah, maka nilainya akan semakin turun,” ujar Khairul dalam sambutannya, sebagaimana diberitakan Tribun Kaltara, Sabtu, (26/09/2026).

Rupiahverse Fest 2026 secara resmi dibuka Khairul melalui pemukulan gong. Momentum tersebut menjadi penanda berakhirnya rangkaian kegiatan literasi Rupiah yang telah berjalan selama lima bulan sekaligus menjadi ruang untuk memperluas pesan tentang Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah kepada masyarakat.

Khairul berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada rangkaian acara, tetapi dapat membentuk pemahaman yang berkelanjutan di tengah masyarakat. Generasi muda juga didorong untuk menjaga kecintaan terhadap Rupiah dan memahami kedudukannya sebagai salah satu simbol kedaulatan negara.

Perpaduan kegiatan edukasi dengan bazar UMKM diharapkan membuat pesan literasi Rupiah lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Dengan demikian, pemahaman mengenai Rupiah tidak hanya berlangsung dalam forum edukasi, tetapi juga terhubung dengan aktivitas ekonomi masyarakat di Tarakan. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *