UMKM Ecoprint EPIK Didorong Perluas Produk dan Pasar

Kolaborasi ULM, UNISKA, dan UMKM Ecoprint EPIK memperkuat kualitas pewarna alami, proses produksi, serta diversifikasi produk untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing usaha.

BANJARMASIN – Penguatan kualitas pewarna alami menjadi salah satu fokus kolaborasi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) bersama Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Ecoprint EPIK untuk meningkatkan daya saing produk ecoprint di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) 2026 tersebut tidak hanya menyasar proses produksi, tetapi juga diarahkan untuk membangun kapasitas usaha dari hulu hingga hilir. Pendekatan itu mencakup peningkatan mutu pewarna alami, dukungan peralatan produksi, standardisasi proses, hingga pengembangan produk dengan nilai tambah lebih tinggi.

Ketua Tim Pelaksana PBM 2026 Deni Setiawan mengatakan program tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas usaha dalam jangka pendek sekaligus menjadi dasar transformasi UMKM lokal agar lebih inovatif, ramah lingkungan, dan berorientasi pasar.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan antusiasme yang ditunjukkan oleh mitra selama pelaksanaan program. Kami berharap seluruh pelatihan, pendampingan, peralatan, serta dokumen standar yang telah diberikan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan daya saing produk ecoprint,” katanya saat dihubungi dari Banjarmasin, Jumat, sebagaimana diberitakan Antara, Sabtu, (15/08/2026).

Salah satu dukungan yang diberikan berupa alat steaming untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus mengoptimalkan proses fiksasi warna pada kain ecoprint. Langkah tersebut diharapkan membantu pelaku usaha menghasilkan warna yang lebih konsisten dalam proses produksi.

Ketua UMKM Ecoprint EPIK Indah Rokhani menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan melalui program tersebut. Menurut dia, pelatihan dan bantuan peralatan yang diterima memberikan manfaat terhadap peningkatan kualitas proses produksi sekaligus membuka peluang pengembangan produk.

Penguatan standardisasi mutu pewarna alami dan keamanan proses produksi juga menjadi bagian penting dalam program tersebut. Dengan proses yang lebih terukur, produk ecoprint diharapkan memiliki kualitas yang lebih konsisten sehingga dapat meningkatkan nilai jual di pasar.

Selain memperbaiki proses produksi, program tersebut mendorong UMKM Ecoprint EPIK melakukan diversifikasi. Produk yang sebelumnya berfokus pada kain lembaran dapat dikembangkan menjadi berbagai produk siap pakai sehingga peluang peningkatan nilai tambah dan pendapatan usaha menjadi lebih besar.

Kolaborasi perguruan tinggi dan UMKM itu sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan usaha kreatif dapat dilakukan dengan memanfaatkan potensi lokal dan pendekatan yang lebih berwawasan lingkungan. Pendampingan berkelanjutan diharapkan mampu membantu pelaku usaha memperkuat kapasitas produksi sekaligus memperluas pasar.

Dengan peningkatan kualitas bahan, proses produksi, peralatan, dan ragam produk, UMKM ecoprint di Kalsel memiliki peluang untuk tidak hanya mempertahankan keberlangsungan usaha, tetapi juga meningkatkan daya saing produk berbasis pewarna alami di pasar yang lebih luas. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com