Rusia Buka Opsi Pindahkan S-400 Turki ke Negara Sahabat

Kremlin mengonfirmasi pembicaraan mengenai kemungkinan pemindahan sistem S-400 dari Turki ke negara lain, yang dapat berkaitan dengan upaya Ankara menyelesaikan sengketa F-35 dengan Washington.

ANKARA – Rusia mengonfirmasi bahwa pembicaraan mengenai kemungkinan pemindahan sistem pertahanan udara S-400 dari Turki ke negara lain tengah berlangsung. Kremlin menyebut pembahasan tersebut sudah masuk agenda, sementara keputusan itu berpotensi menjadi bagian penting dari upaya Ankara menyelesaikan sengketa dengan Washington terkait program jet tempur F-35.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pekerjaan terkait pemindahan sistem tersebut terus dilakukan dan komunikasi dengan pihak-pihak terkait masih berlangsung. Pernyataan itu disampaikan setelah Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov sebelumnya membuka kemungkinan pemindahan S-400 ke negara ketiga yang memiliki hubungan bersahabat dengan Moskow.

“Ada kemungkinan seperti itu jika negara tujuan pemindahan sistem S-400 ini merupakan negara yang bertanggung jawab dan menjalin hubungan bersahabat dengan Rusia,” ujar Lavrov, sebagaimana dikutip kantor berita negara TASS.

“Kami akan siap memindahkan S-400 ke negara semacam itu jika ada permintaan,” ujarnya.

Saat dimintai tanggapan mengenai pernyataan Lavrov, Peskov mengatakan bahwa opsi pemindahan tersebut “masuk dalam agenda.” “Pekerjaan terkait sedang dilakukan dan komunikasi yang diperlukan pun sedang berlangsung,” kata Peskov, sebagaimana diberitakan SindoNews, Kamis, (01/10/2026).

Meski pembahasan telah dikonfirmasi, belum ada informasi mengenai negara yang akan menjadi tujuan pemindahan maupun kapan proses tersebut akan dilakukan. Lavrov sebelumnya menyatakan Rusia hanya dapat menyetujui pemindahan jika negara penerima memenuhi persyaratan yang ditetapkan Moskow.

Turki membeli S-400 dari Rusia pada 2017 ketika hubungan Ankara dan Washington tengah mengalami ketegangan. Keputusan tersebut kemudian memicu kritik dari sejumlah anggota NATO dan berujung pada sanksi Amerika Serikat berdasarkan Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA).

Persoalan S-400 juga berkaitan langsung dengan keikutsertaan Turki dalam program F-35. Amerika Serikat mengeluarkan Turki dari program tersebut setelah Ankara memperoleh sistem pertahanan udara Rusia. Turki sebelumnya telah membayar sejumlah pesawat dan terlibat dalam rantai produksi program tersebut.

Ankara selama bertahun-tahun berupaya mencari penyelesaian agar dapat kembali mengikuti program F-35. Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga telah menunjukkan keterbukaan terhadap kemungkinan tersebut. Dalam KTT NATO di Ankara pada awal Juli, Trump mengatakan kemungkinan Turki kembali memperoleh F-35 sedang dipertimbangkan.

Dengan demikian, pemindahan S-400 berpotensi menjadi salah satu isu yang menentukan dalam pembahasan Turki dengan Amerika Serikat. Namun, hingga kini belum terdapat kepastian mengenai negara tujuan sistem tersebut maupun keputusan akhir mengenai kembalinya Ankara ke program F-35. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *