Penghargaan dalam rangka Harjad ke-76 Kalsel diharapkan memacu kelompok tani dan peternak di 13 kabupaten/kota meningkatkan produktivitas, inovasi, kelembagaan, dan daya saing usaha.
BANJARBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) mendorong kelompok tani dan peternak berprestasi menjadi penggerak peningkatan produktivitas serta daya saing sektor perkebunan dan peternakan. Dorongan tersebut diwujudkan melalui pemberian penghargaan kepada kelompok tani pekebun dan peternak terbaik tingkat Kalsel dalam rangka Hari Jadi (Harjad) ke-76 Kalsel 2026.
Penghargaan tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel (Disbunnak Kalsel) Nomor 500.7/1242/DISBUNAK/2026. Pemberian apresiasi ditujukan untuk memotivasi kelompok tani dan peternak agar terus meningkatkan produktivitas, inovasi, kelembagaan, serta pengembangan usaha berbasis agribisnis.
Kepala Disbunnak Kalsel Suparmi mengatakan capaian kelompok penerima penghargaan merupakan hasil kerja keras dan konsistensi dalam mengembangkan potensi sektor perkebunan dan peternakan di daerah. Pernyataan tersebut disampaikan di Banjarbaru, Kamis (20/8/2026), sebagaimana diberitakan Diskominfomc, Jumat (21/08/2026).
“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah kepada kelompok tani dan peternak yang telah menunjukkan prestasi dan kinerja terbaik. Kami berharap penghargaan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi penerima, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan produktivitas dan mengembangkan usaha,” ujar Suparmi.
Menurut Suparmi, kelompok tani dan peternak memiliki posisi strategis dalam menjaga keberlanjutan produksi sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, kelompok yang telah menunjukkan kinerja terbaik diharapkan dapat menjadi rujukan bagi kelompok lain di Kalsel.
“Kami ingin kelompok-kelompok yang berprestasi ini bisa menjadi contoh dan inspirasi bagi kelompok lainnya. Terus berinovasi, memperkuat kelembagaan, meningkatkan kualitas produksi, dan menciptakan nilai tambah sehingga usaha yang dijalankan semakin berdaya saing,” katanya.
Pada sektor karet melalui Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB), posisi Terbaik I diraih Kelompok Tani (Poktan) Pelita Abadi dari Kabupaten Tabalong (Tabalong), Terbaik II Poktan Kapekate dari Kabupaten Tanah Laut (Tanah Laut), dan Terbaik III Poktan Suka Maju dari Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).
Sementara itu, kategori komoditas sapi menempatkan Poktan Sumber Rejeki dari Tabalong sebagai Terbaik I, disusul Poktan Maju Makmur dari Kabupaten Tapin (Tapin) sebagai Terbaik II dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Wijaya Kusuma dari Kabupaten Barito Kuala (Batola) sebagai Terbaik III.
Untuk komoditas itik, Terbaik I diberikan kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Anggrek Merah dari Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Terbaik II kepada Poktan Usaha Bersama dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), dan Terbaik III kepada Poktan Subur Makmur dari Kabupaten Banjar (Banjar).
Suparmi menegaskan, penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi bagian dari upaya pemerintah mendorong terbentuknya kelompok tani dan peternak yang mandiri, produktif, serta mampu menjalankan usaha secara berkelanjutan.
“Pembangunan perkebunan dan peternakan tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, kelompok tani, peternak, pelaku usaha, dan seluruh pihak terkait. Dengan kolaborasi tersebut, kita optimistis sektor ini dapat memberikan nilai tambah dan semakin berkontribusi terhadap perekonomian Banua,” jelasnya.
Pemprov Kalsel berharap capaian kelompok terbaik tersebut dapat menular kepada kelompok tani dan peternak lainnya di 13 kabupaten/kota. Peningkatan kualitas produksi, inovasi, kelembagaan, dan nilai tambah usaha dinilai penting agar sektor perkebunan serta peternakan semakin kuat menopang perekonomian daerah. []
Redaksi08
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan