39 Peserta Adu Cepat Speedboat 40 PK di Perairan Tarakan

Speedboat 40 PK yang menjadi sarana transportasi masyarakat pesisir Kaltara berkembang menjadi ajang kompetisi lintas daerah dengan 39 peserta dan total hadiah Rp150 juta.

TARAKAN – Speedboat bermesin 40 daya kuda (PK) yang selama ini menjadi salah satu sarana transportasi masyarakat pesisir Kalimantan Utara (Kaltara) menuju kawasan tambak menjelma menjadi arena kompetisi lintas daerah dalam Speedboat Race di perairan Tarakan, Minggu (23/08/2026). Sebanyak 39 peserta ambil bagian dalam perlombaan yang digelar Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) XIII tersebut.

Para peserta tidak hanya berasal dari Tarakan dan sejumlah daerah di Kaltara, tetapi juga datang dari Balikpapan, Penajam, Nunukan, hingga luar negeri. Kehadiran peserta dari berbagai wilayah memperlihatkan daya tarik olahraga balap speedboat yang memiliki kedekatan dengan kehidupan masyarakat pesisir.

Perlombaan yang dipusatkan di kawasan dermaga Rumah Makan Lemakan Samudra itu digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Kodaeral XIII sekaligus memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia (RI).

Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang bersama Wakil Komandan (Wadan) Kodaeral XIII Bambang Kuncoro membuka perlombaan dengan mengibarkan bendera start sebagai tanda dimulainya balapan.

Bagi masyarakat pesisir Kaltara, speedboat 40 PK bukan sekadar kendaraan rekreasi. Moda transportasi air tersebut banyak digunakan untuk menunjang mobilitas warga, termasuk perjalanan dari tempat tinggal menuju tambak.

Zainal menilai kedekatan speedboat dengan aktivitas sehari-hari masyarakat membuat perlombaan tersebut memiliki nilai lebih dari sekadar kompetisi kecepatan.

“Speedboat 40 PK ini banyak digunakan masyarakat pesisir sebagai sarana transportasi ke tambak. Jadi, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi para penggunanya,” kata Zainal, sebagaimana dilansir Diskominfo Kaltara, Minggu, (23/08/2026).

Menurutnya, perlombaan menjadi ruang pertemuan bagi pengguna dan pencinta speedboat dari berbagai daerah sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat yang memiliki kesamaan aktivitas di wilayah pesisir.

Antusiasme tidak hanya terlihat dari peserta. Masyarakat turut berdatangan menyaksikan perlombaan sehingga kawasan sekitar lokasi kegiatan menjadi lebih ramai. Kondisi tersebut turut membuka peluang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperoleh manfaat dari meningkatnya aktivitas masyarakat.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara pun menyatakan dukungan terhadap kegiatan masyarakat yang mampu memadukan olahraga, hiburan, silaturahmi, dan aktivitas ekonomi warga.

“Kami mendukung kegiatan seperti ini sesuai dengan kemampuan pemerintah daerah,” ujar Zainal.

Sebelum perlombaan berlangsung, Zainal juga ikut mengemudikan speedboat dalam konvoi bersama peserta dan panitia. Kegiatan itu sekaligus menjadi bagian dari pengecekan kesiapan lintasan yang digunakan dalam perlombaan.

Sebanyak 39 peserta bersaing memperebutkan total hadiah mencapai Rp150 juta. Jumlah peserta yang berasal dari berbagai daerah memperlihatkan peluang Speedboat Race untuk berkembang menjadi kegiatan olahraga air yang lebih luas di wilayah pesisir Kaltara.

Kedekatan speedboat dengan kehidupan masyarakat pesisir menjadi modal bagi Kaltara untuk mengembangkan kegiatan serupa secara berkelanjutan. Selain menjadi ruang kompetisi dan silaturahmi, perlombaan tersebut berpotensi memperkenalkan karakter maritim daerah sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan pesisir. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com