Program Ofwat mendorong penggunaan satu liter air untuk berwudu dan mengubah kebiasaan konsumsi air di sejumlah komunitas dengan potensi penghematan hingga 55 liter per orang setiap hari.
CAMBRIDGE – Penggunaan satu liter air untuk berwudu diuji sebagai bagian dari program penghematan air di Inggris, dengan hasil yang diklaim mampu mengurangi konsumsi hingga 55 liter per orang setiap hari. Program tersebut menyasar komunitas keagamaan dan kelompok masyarakat dengan kebiasaan penggunaan air yang dinilai dapat dibuat lebih efisien.
Regulator industri air Inggris, Office of Water Services (Ofwat), menyampaikan imbauan penghematan air pada Jumat (21/08/2026), termasuk kepada umat Muslim ketika berwudu serta masyarakat keturunan Asia ketika mencuci beras.
Kebijakan itu merupakan bagian dari program water efficiency in faith and diverse communities yang didanai Ofwat dan diarahkan untuk mendorong efisiensi penggunaan air melalui pendekatan yang disesuaikan dengan kebiasaan masing-masing komunitas.
Salah satu inisiatifnya melibatkan South Staffordshire Water, Fakultas Teologi Universitas Cambridge, Cambridge Central Mosque, serta sejumlah organisasi dan perusahaan penyedia air lainnya.
Dalam uji coba di Cambridge, umat Muslim didorong menggunakan air maksimal satu liter ketika berwudu sebelum menunaikan salat. Penggunaan wadah atau botol berkapasitas satu liter menjadi salah satu cara untuk membatasi jumlah air yang digunakan.
Ofwat menyebut pendekatan tersebut dapat menghemat hingga 55 liter air per orang setiap hari dibandingkan kebiasaan menggunakan air langsung dari keran secara terus-menerus.
Program tersebut menjadi perhatian karena sebagian warga dilaporkan menggunakan hingga 12 liter air mengalir untuk berwudu lima kali dalam sehari. Kondisi itu membuat praktik berwudu menjadi salah satu kegiatan yang dinilai memiliki potensi penghematan apabila dilakukan dengan penggunaan air secukupnya.
Selain umat Muslim, kampanye penghematan juga menyasar warga keturunan Asia dalam kegiatan mencuci beras. Kebijakan tersebut, sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Sabtu, (22/08/2026), menjadi bagian dari pendekatan Ofwat untuk meningkatkan efisiensi konsumsi air di tengah masyarakat dengan latar belakang budaya dan agama yang beragam.
Melalui pendekatan berbasis komunitas tersebut, regulator berharap perubahan kebiasaan sederhana dapat menekan konsumsi air tanpa menghilangkan kebutuhan masyarakat dalam menjalankan aktivitas keagamaan maupun tradisi sehari-hari. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan