Pemerintah Jharkhand Batalkan Ujian, Mogok Makan Mahasiswa Berakhir

Pemimpin mahasiswa Davendra Nath Mahto menghentikan mogok makan selama 16 hari setelah pemerintah Jharkhand membatalkan ujian rekrutmen pegawai negeri yang dipersoalkan karena dugaan kebocoran dan kecurangan.

NEW DELHI – Aksi mogok makan pemimpin mahasiswa India Davendra Nath Mahto berakhir setelah pemerintah negara bagian Jharkhand menyetujui tuntutan untuk membatalkan ujian rekrutmen pegawai negeri tingkat sarjana yang menuai tudingan kebocoran soal dan kecurangan. Mahto menghentikan aksinya pada Senin (17/08/2026) setelah menjalani mogok makan selama 16 hari.

Keputusan tersebut menjadi salah satu hasil dari gelombang demonstrasi ribuan mahasiswa dan pencari kerja di Jharkhand yang menuntut pembenahan sistem rekrutmen pegawai negeri. Aksi protes itu telah berlangsung sejak Juli dan menyoroti dugaan ketidakberesan dalam penyelenggaraan ujian.

Sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Jumat (21/08/2026), Mahto menyampaikan penghentian aksi setelah pemerintah negara bagian memenuhi tuntutan terkait pembatalan ujian yang diselenggarakan oleh Jharkhand Staff Selection Commission (JSSC).

“Hari ini menandai hari ke-16 mogok makan. Perjuangan ini dimulai 2 Juli,” kata Mahto di hadapan Menteri Herman Soren, Pemimpin kongres Rahul Gandhi dan Menteri Negara Bagian Dipiki Pandey, dikutip dari situs Times of India.

Mahto menilai keputusan pemerintah membatalkan ujian tersebut sebagai langkah penting untuk merespons dugaan kebocoran dan kecurangan. Ia juga menyampaikan apresiasi atas keputusan pemerintah Jharkhand.

“Saya berterimakasih kepada pemerintah Jharkand karena telah menunjukkan keberanian untuk mengambil keputusan penting seperti itu, membatalkan ujian adalah tantangan terbesar,” kata Mahto.

Meski menghentikan mogok makan, Mahto menyatakan perjuangan untuk mendorong reformasi belum selesai. Ia mengatakan pengawasan terhadap perubahan sistem akan terus dilakukan, termasuk kemungkinan perubahan regulasi.

“Jika ini mengharuskan Majelis Legslatif untuk memberlakukan undang-undang baru atau memberlakukan amandemen konstitusi, maka biarlah demikian,” tambahnya.

Tuntutan mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan pembatalan ujian. Mereka juga meminta reformasi terhadap lembaga-lembaga yang bertanggung jawab atas proses rekrutmen pegawai negeri di Jharkhand.

Gelombang demonstrasi tersebut turut menyerukan pencopotan Menteri Pendidikan India Dharmendra Pradhan karena dugaan kebocoran soal ujian dan berbagai persoalan dalam sistem pendidikan. Pradhan disebut telah mengundurkan diri pada Sabtu (25/07/2026).

Aksi protes itu dipimpin Cockroach Janta Party, partai politik yang baru dibentuk sebagai respons terhadap pernyataan kontroversial ketua Mahkamah Agung India yang menyamakan kaum muda pengangguran dengan kecoak.

Berakhirnya mogok makan Mahto menandai terpenuhinya salah satu tuntutan utama demonstran. Namun, Mahto menegaskan penghentian aksi tidak berarti berakhirnya tekanan untuk memperbaiki sistem rekrutmen dan pendidikan di Jharkhand. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com