Pemkot Palangka Raya mengusulkan 30 mesin pemadam portabel kepada pemerintah pusat untuk mengganti peralatan relawan yang menua sekaligus memperkuat penanganan Karhutla di lokasi sulit dijangkau.
PALANGKA RAYA – Keterbatasan peralatan pemadam, terutama mesin milik relawan yang mulai menua, mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya mengusulkan bantuan 30 unit mesin pemadam portabel kepada pemerintah pusat untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), khususnya di kawasan yang sulit dijangkau kendaraan pemadam berukuran besar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya Hendrikus Satriya Budi mengatakan, proposal bantuan tersebut telah disampaikan kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni saat berkunjung ke Palangka Raya beberapa waktu lalu.
“Jika usulan kita nanti bisa direalisasikan, maka akan kita distribusikan ke relawan Damkar,” kata Budi di sela kegiatan penanganan Karhutla di Kelurahan Petuk Katimpun, sebagaimana dilansir Media center Kota Palangka Raya, Sabtu, (22/08/2026).
Menurut Budi, mesin pemadam portabel dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan relawan pemadam kebakaran (Damkar) dalam menjangkau titik Karhutla yang tidak mudah diakses armada berukuran besar.
Keberadaan mesin portabel dinilai penting karena penanganan Karhutla kerap dilakukan di kawasan dengan medan terbatas. Peralatan yang lebih mudah dipindahkan memungkinkan relawan bergerak mendekati sumber api sehingga proses pemadaman dapat dilakukan lebih cepat.
Selain membutuhkan tambahan peralatan, BPBD Palangka Raya menghadapi persoalan usia mesin pemadam yang saat ini digunakan sejumlah relawan Damkar. Sebagian mesin dinilai telah cukup tua sehingga kemampuan operasionalnya menurun dan perlu segera diremajakan.
“Mesin itu kalau sudah tua sulit hidup dan tidak maksimal lagi,” ujarnya.
Budi berharap pemerintah pusat dapat merealisasikan usulan 30 mesin pemadam portabel tersebut agar segera didistribusikan kepada relawan Damkar. Penambahan dan peremajaan peralatan diharapkan memperkuat kesiapsiagaan sekaligus mempercepat pengendalian Karhutla di Palangka Raya, terutama saat kebakaran terjadi di lokasi yang sulit dijangkau. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan