Presiden Iran Buka Suara soal Tekanan Berat dari Amerika Serikat

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut negaranya menghadapi tekanan ekonomi, militer, dan keamanan dari Amerika Serikat sembari berupaya menjaga persatuan di dalam negeri.

TEHERAN – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan negaranya menghadapi tekanan menyeluruh dari Amerika Serikat (AS), mencakup sektor ekonomi, militer, dan keamanan. Pernyataan itu disampaikan ketika pemerintah Iran berupaya menjaga kondisi dalam negeri di tengah sanksi dan ancaman tekanan lebih berat dari Washington.

“Kita sedang berada dalam perang ekonomi, militer, dan keamanan skala penuh,” kata Pezeshkian dalam pidatonya yang disiarkan kantor berita pemerintah Iran, IRNA, seperti dilaporkan Anadolu Agency, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Senin (24/08/2026).

Pezeshkian mengatakan pemerintah Iran menyadari berbagai kesulitan ekonomi yang dirasakan masyarakat. Menurut dia, kondisi tersebut menjadi persoalan yang ingin diatasi pemerintah meski tekanan terhadap Iran terus berlangsung.

Pernyataan tersebut juga merespons sikap Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya menyampaikan rencana pemberian sanksi berat terhadap Iran.

“Trump dengan mudah mengatakan bahwa mereka akan menjatuhkan sanksi yang paling berat atau paling mengerikan terhadap Iran,” ujar Pezeshkian.

Di tengah tekanan tersebut, Pezeshkian menegaskan pemerintah Iran akan tetap mempertahankan ketahanan negara dan berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat. Ia menggambarkan kondisi yang dihadapi Iran sebagai perang yang tidak seimbang.

Pezeshkian juga menyinggung perkiraan pihak yang berseberangan dengan pemerintahannya bahwa Iran akan mengalami kondisi seperti Venezuela apabila pemerintahannya jatuh. Namun, ia menilai kondisi tersebut tidak terjadi karena masyarakat Iran justru menunjukkan perlawanan dan persatuan.

“Musuh telah memperkirakan bahwa jika Iran jatuh, negara itu akan menjadi seperti Venezuela. Bukan hanya hal itu tidak terjadi, tetapi Iran malah menjadi kekuatan yang membuat dunia takjub dengan perlawanan, solidaritas, dan kohesinya,” tegasnya.

Selain menghadapi tekanan dari luar, pemerintah Iran disebut berupaya mencegah munculnya konflik dan perpecahan di dalam negeri. Pezeshkian mengatakan pemerintah akan mengerahkan seluruh kemampuan untuk menjaga persatuan.

“Teheran sedang berupaya “dengan segenap kekuatan kami untuk menghindari perpecahan, konflik, dan ego,” katanya juga.

Hubungan Iran dan AS sebelumnya sempat mengalami perkembangan setelah kedua negara menandatangani nota kesepahaman pada Juni. Kesepakatan tersebut dimediasi Pakistan dan Qatar dan disebut mengakhiri permusuhan yang dimulai pada Februari.

Kedua negara kemudian berencana melanjutkan perundingan untuk mencapai kesepakatan akhir. Namun, proses tersebut kembali menghadapi hambatan akibat perbedaan pandangan mengenai pelaksanaan nota kesepahaman serta pengaturan navigasi di Selat Hormuz.

Selat Hormuz menjadi jalur strategis bagi perdagangan internasional, terutama distribusi dan ekspor minyak serta gas. Karena itu, perkembangan hubungan Iran dan AS berpotensi berdampak lebih luas terhadap keamanan kawasan dan aktivitas perdagangan energi dunia. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com