Pasca Pemilu, Rusia Diprediksi Mobilisasi 300 Ribu Prajurit

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperkirakan Rusia dapat memobilisasi sekitar 300.000 prajurit setelah pemilu parlemen dan mengarahkan tambahan kekuatan itu ke medan perang di Ukraina.

KYIV – Ukraina mewaspadai kemungkinan mobilisasi besar-besaran Rusia setelah pemilihan umum (pemilu) parlemen pada September 2026. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperkirakan sekitar 300.000 prajurit tambahan dapat dikerahkan ke medan perang, bergantung pada perkembangan situasi di wilayah timur Ukraina.

Zelensky menyampaikan perkiraan tersebut pada Minggu (23/8). Ia menilai mobilisasi baru berpotensi dilakukan setelah pemilu parlemen Rusia, meskipun kebijakan mobilisasi sebelumnya pada 2022 sempat memicu protes dan mendorong eksodus warga muda Rusia.

“Kami yakin bahwa setelah pemilu, mereka akan melakukan mobilisasi. Kami percaya ini tidak akan terjadi di kota-kota besar,” kata Zelensky, sebagaimana dilansir CNN Indonesia, Senin (24/08/2026).

“(Rusia akan) mengerahkan 300.000 pasukan baru tergantung pada situasi di timur negara kita,” lanjutnya.

Menurut Zelensky, potensi tambahan pasukan Rusia tersebut dapat dihadapi Ukraina dengan mempercepat upaya merebut kembali wilayah Donetsk. Ia mengaku telah memerintahkan para jenderal Ukraina untuk menyelesaikan target tersebut hingga akhir tahun.

“Mereka (Rusia) akan kehilangan 300.000 tentara yang baru dimobilisasi di sana. Kami akan memusnahkan mereka,” ujarnya.

Zelensky menyebut militer Ukraina saat ini menguasai sekitar 20 persen wilayah Donetsk, termasuk kawasan industri strategis seperti Slaviansk dan Kramatorsk. Ia menilai Rusia akan menghadapi kesulitan untuk menguasai wilayah tersebut karena Moskow disebut telah kehilangan banyak personel sejak awal tahun.

“Rusia telah kehilangan 267.000 personel sejak awal tahun, termasuk sekitar 155.000 yang tewas hingga saat ini,” ucapnya.

Selain Donetsk, Zelensky juga memperkirakan Rusia dapat mengarahkan tekanan militernya ke bagian utara Ukraina, termasuk Kharkiv dan Sumy. Kekhawatiran tersebut muncul setelah Ukraina mengamati aktivitas peralatan militer di sepanjang perbatasan Rusia.

“Mereka belum menempatkan pasukan di wilayah Bryansk (yang berbatasan dengan Ukraina utara), tetapi kita dapat melihat peralatan militer di sepanjang perbatasan dengan Federasi Rusia,” ujar Zelensky.

Perkembangan tersebut membuat kemungkinan mobilisasi tambahan Rusia menjadi perhatian Ukraina menjelang akhir 2026. Namun, seluruh angka mengenai kekuatan pasukan dan korban yang disampaikan dalam berita ini merupakan klaim dari pihak Ukraina dan tidak disertai verifikasi independen dalam laporan sumber. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com