Gerindra Tegaskan Dedi Mulyadi Masih Kader dan Dewan Pembina

Gerindra Jawa Barat menyatakan belum menemukan indikasi Dedi Mulyadi akan meninggalkan partai dan menilai aktivitasnya di berbagai daerah lebih berkaitan dengan kepedulian kemanusiaan.

JAWA BARAT – Gerindra Jawa Barat (Jabar) menyatakan belum melihat tanda-tanda Gubernur Jabar Dedi Mulyadi akan meninggalkan partai untuk bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Gerindra menilai aktivitas Dedi yang kerap turun langsung ke berbagai daerah bukan indikasi perpindahan kendaraan politik.

Wakil Ketua Gerindra Jabar Buky Wibawa Karya Guna mengatakan Dedi, yang juga dikenal sebagai Demul atau KDM, masih berstatus sebagai kader Gerindra dan menjabat sebagai Dewan Pembina Gerindra Pusat. Menurut Buky, Dedi juga telah menyampaikan dukungannya kepada Prabowo untuk memimpin Indonesia.

“Saya tidak tahu data dan variabel apa yang menduga-duga Dedi Mulyadi (Demul) mau hijrah ke PSI. Namun, ada pernyataan sanggahan secara tegas bahwa Demul membantah hal tersebut. Dalam pernyataannya, ia menghendaki Prabowo untuk memimpin Indonesia,” kata Buky saat dihubungi, Senin (23/8), sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Senin (24/08/2026).

Buky menegaskan, hingga kini dirinya belum melihat adanya rencana Dedi untuk keluar dari Gerindra. Ia justru menilai posisi Dedi sebagai Dewan Pembina Gerindra Pusat menunjukkan masih kuatnya keterikatan politik Dedi dengan partai tersebut.

“Bagaimanapun, ia adalah kader Gerindra dan menjabat sebagai Dewan Pembina di Gerindra Pusat. Ini menunjukkan kualitas moral dan etika yang kuat. Jadi, beberapa kali saya bertemu dengan Demul, saya belum melihat tanda-tanda ke arah sana. Saya juga merasa aneh dengan keriuhan ini,” katanya.

Menurut Buky, kegiatan Dedi di sejumlah wilayah di luar Jabar juga tidak tepat jika langsung dikaitkan dengan upaya mencari dukungan politik. Salah satu kegiatan yang menjadi sorotan adalah kunjungan Dedi ke Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa besar yang terjadi pekan sebelumnya.

Buky mengatakan aktivitas tersebut merupakan bagian dari karakter Dedi yang terbiasa turun langsung menangani persoalan di lapangan. Ia menilai Dedi bukan sosok yang hanya bekerja dari balik meja.

“Dia aktif berkeliling dan bukan tipikal pemimpin di belakang meja. Saya melihat dia memang sosok yang seperti itu. Dia adalah sosok yang perasaannya mudah tersentuh-dia sendiri sering menyampaikan bahwa dirinya mudah tersentuh-lalu mencoba menyelesaikan masalah tersebut,” katanya.

Ia juga menilai kegiatan bantuan kemanusiaan tidak semestinya dipandang sebagai bagian dari manuver politik. Buky menyebut sejumlah kepala daerah lain turut memberikan bantuan ketika terjadi bencana.

“Beberapa gubernur juga memberikan bantuan, seperti dari DKI Jakarta atau Jawa Timur, tetapi itu murni atas dasar aspek kemanusiaan,” sambung Buky.

Dedi sebelumnya merupakan kader Partai Golongan Karya (Golkar) dan pernah memimpin partai tersebut, termasuk di Jabar, sebelum bergabung dengan Gerindra. Namun, hingga berita ini diterbitkan, Gerindra Jabar menyatakan belum menemukan indikasi Dedi akan berpindah ke PSI. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com