Layang-layang Anak Gaza Memicu Ketegangan Baru Israel

Layang-layang yang diterbangkan anak-anak Palestina dari kamp pengungsian Gaza memicu ancaman tindakan militer Israel meski pemeriksaan militernya menyatakan tidak menemukan bahan berbahaya.

GAZA – Aktivitas anak-anak Palestina menerbangkan layang-layang di Jalur Gaza memicu ancaman baru dari pemerintah Israel, meski pemeriksaan militer Israel menyatakan layang-layang tersebut tidak membawa bahan mencurigakan dan tidak membahayakan masyarakat.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz mengancam meningkatkan operasi militer serta mengevakuasi warga Palestina dari wilayah yang disebut sebagai lokasi peluncuran layang-layang, balon, hingga drone apabila aktivitas tersebut berlanjut.

Ancaman itu muncul setelah sejumlah layang-layang dari Gaza ditemukan mencapai permukiman Israel yang berbatasan dengan wilayah tersebut. Sedikitnya empat layang-layang dilaporkan terbang dari Gaza menuju Kibbutz Nahal Oz pada akhir pekan.

Menurut laporan yang diberitakan CNN Indonesia, Senin, (24/08/2026), layang-layang tersebut umumnya diterbangkan anak-anak sebagai hiburan di tengah kondisi sulit yang dihadapi masyarakat di kamp-kamp pengungsian Gaza.

Layang-layang yang dikendalikan menggunakan tali dari tanah dapat terbawa angin apabila talinya terputus. Jarak sejumlah permukiman Israel dari Jalur Gaza juga hanya beberapa kilometer sehingga benda tersebut dapat mencapai wilayah Israel.

Namun, aktivitas itu dikaitkan dengan penggunaan layang-layang dan balon yang membawa alat pembakar dalam sejumlah kejadian pada tahun-tahun sebelumnya dan pernah mencapai wilayah Israel selatan.

Dalam rapat keamanan yang dihadiri Kepala Staf Angkatan Darat Israel Eyal Zamir serta sejumlah pejabat militer senior, Netanyahu dan Katz memperingatkan akan meningkatkan tindakan terhadap pihak yang dianggap bertanggung jawab atas peluncuran layang-layang tersebut.

Keduanya juga mengancam mengevakuasi warga Palestina dari lokasi yang menurut Israel digunakan untuk meluncurkan layang-layang, balon, maupun drone.

Sebelumnya, Katz memerintahkan militer Israel mengambil tindakan “segera dan tegas” terhadap layang-layang dan balon yang datang dari Gaza.

“Balon itu seperti layang-layang, dan layang-layang itu seperti drone, baik membawa bahan peledak atau tidak,” kata Katz.

Pemerintah Israel menyebut Hamas sengaja meluncurkan layang-layang tersebut untuk menguji respons Israel. Namun, juru bicara Hamas Hazem Qassem membantah tudingan tersebut dan menyebut layang-layang sebagai “mainan anak-anak di kamp-kamp pengungsi.”

Qassem menilai ancaman Israel berpotensi dijadikan alasan untuk memperluas operasi militer di Gaza.

“Ancaman-ancaman ini, yang didasarkan pada dalih yang dibuat-buat, merupakan upaya untuk membenarkan kelanjutan agresi dan pelanggaran terhadap rakyat kami, hingga sampai pada titik mengancam anak-anak di Jalur Gaza,” kata Qassem.

Ia juga mendesak Amerika Serikat (AS), mediator, dan negara-negara penjamin untuk menekan Israel agar menghentikan serangan yang dinilai melanggar kesepakatan gencatan senjata. Menurutnya, Palestina sepenuhnya mematuhi kesepakatan tersebut.

Analis politik Iyad al-Qarra menilai isu layang-layang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan militer dan politik. Menurutnya, persoalan tersebut berpotensi menjadi alasan bagi Israel untuk memperluas serangan udara ke Gaza sekaligus meningkatkan ketegangan.

Ia juga menilai isu tersebut dapat digunakan untuk mengalihkan perhatian masyarakat dan menghindari kewajiban terkait kesepakatan gencatan senjata di Gaza.

“Bagaimana mungkin negara nuklir sebesar Israel merasa khawatir dengan layang-layang yang diterbangkan oleh anak-anak?” katanya. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com