ilustrasi

Damkar Kobar Evakuasi Ular Sanca dari Atas Pintu Kamar Mandi

Damkar Kobar mengevakuasi ular sanca sepanjang sekitar satu meter yang ditemukan di atas pintu kamar mandi rumah warga di Kecamatan Arut Selatan pada Senin dini hari.

KOTAWARINGIN BARAT – Respons cepat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mencegah potensi bahaya setelah seekor ular sanca ditemukan berada di atas pintu kamar mandi rumah warga di Jalan Ahmad Yani, Gang Perumahan Griya Bumi Permai, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Senin (24/08/2026) dini hari.

Ular jenis sanca kembang (Python reticulatus) dengan panjang sekitar satu meter itu berhasil dievakuasi Regu II piket malam Damkar Kobar dalam waktu sekitar 10 menit setelah petugas tiba di lokasi. Penanganan tersebut menjadi bagian dari layanan penyelamatan nonkebakaran atau animal rescue kepada masyarakat.

Laporan keberadaan ular pertama kali disampaikan Virensha Widyaswara kepada Damkar Kobar pada pukul 00.43 Waktu Indonesia Barat (WIB). Ular yang berada di atas pintu kamar mandi membuat penghuni rumah khawatir dan memilih meminta bantuan petugas.

Menerima laporan tersebut, Regu II piket malam segera menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 01.00 WIB. Petugas kemudian melakukan proses evakuasi dengan memperhatikan keselamatan penghuni rumah serta anggota tim.

Sekitar pukul 01.10 WIB, ular berhasil diamankan tanpa dilaporkan adanya korban maupun insiden selama proses evakuasi, sebagaimana diberitakan Mmc Kobar, Senin, (24/08/2026).

Kepala Bidang (Kabid) Pemadaman, Penyelamatan, Sarana dan Prasarana Damkar Kobar Fahliansyah mengatakan, layanan Damkar tidak terbatas pada penanggulangan kebakaran, tetapi juga mencakup penyelamatan masyarakat dari hewan yang berpotensi membahayakan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil tindakan sendiri apabila menemukan ular atau satwa lain yang berpotensi membahayakan. Segera laporkan kepada petugas agar proses evakuasi dapat dilakukan dengan aman dan tepat,” ujar Fahliansyah.

Menurut Fahliansyah, keberadaan ular di kawasan permukiman harus ditangani secara hati-hati karena masyarakat tidak selalu mengetahui kondisi maupun respons hewan ketika merasa terancam. Petugas Damkar, kata dia, memiliki prosedur serta peralatan yang dapat digunakan untuk melakukan evakuasi dengan lebih aman.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan rumah, terutama pada lokasi yang berpotensi menjadi tempat persembunyian maupun sumber makanan bagi ular, seperti tumpukan barang, semak-semak, saluran air, dan area yang jarang dibersihkan.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Jika menemukan ular di dalam maupun sekitar rumah, jangan didekati atau diprovokasi. Amankan area sekitar dan segera hubungi petugas Damkar,” tambahnya.

Evakuasi tersebut menegaskan peran Damkar Kobar dalam layanan penyelamatan nonkebakaran sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tidak menangani sendiri satwa liar yang masuk ke permukiman dan segera meminta bantuan petugas guna menghindari risiko yang tidak diinginkan. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com