Keterlambatan laporan sekitar 20 menit membuat petugas kehilangan waktu penting saat kebakaran menghanguskan bengkel sekaligus tempat tinggal di Desa Sukarahmat, Kutim, hingga menyebabkan satu warga terluka dan rumah di sebelahnya terdampak.
KUTAI TIMUR – Keterlambatan laporan sekitar 20 menit diduga membuat api telanjur membesar dan menghanguskan sebuah bengkel yang sekaligus menjadi tempat tinggal di Rukun Tetangga (RT) 11, Desa Sukarahmat, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur (Kaltim), Senin (24/8/2026). Kebakaran tersebut juga menyebabkan seorang warga mengalami luka dan satu rumah yang berdempetan ikut terdampak.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 12.00 Waktu Indonesia Tengah (WITA) di Jalan Poros Bontang-Kutim. Api dilaporkan muncul secara tiba-tiba dari bagian belakang kamar yang sedang kosong, kemudian merambat hingga menghanguskan bangunan bengkel motor dan mobil tersebut.
Pemilik rumah, Hariani (43), saat kejadian sedang berada di bagian depan bangunan bersama keluarganya. Kemunculan api dari bagian belakang rumah membuat para penghuni panik dan segera menyelamatkan diri.
Suami Hariani, Lubis (52), sempat berupaya menyelamatkan barang-barang dari dalam bangunan. Dalam upaya tersebut, Lubis mengalami luka pada bagian punggung, tangan, dan kaki sehingga harus dibawa ke Rumah Sakit Pupuk Kalimantan Timur (RS PKT) untuk mendapatkan perawatan.
Kepala Dinas (Kadis) Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang Amiluddin mengatakan penyebab kebakaran masih dalam pemeriksaan. Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik, sebagaimana diberitakan Media Kaltim, Senin, (24/08/2026).
Amiluddin menilai keterlambatan penyampaian informasi membuat petugas kehilangan waktu penting untuk menekan penyebaran api sebelum menguasai seluruh bangunan.
“Sekitar 20 menit kejadin baru ada laporan masuk, andai lebih cepat, rumah tidak akan habis,” katanya.
Api juga merembet ke bangunan lain yang berdempetan dengan rumah sekaligus bengkel tersebut. Kondisi antarrumah yang menempel membuat kobaran api lebih mudah memberikan dampak terhadap bangunan di sebelahnya.
“Pemilik rumah satunya juga sama, itu terdampak karena menempel,” tutupnya.
Selain menyoroti pentingnya kecepatan pelaporan, Amiluddin mengingatkan pemilik usaha bengkel agar memperhatikan sistem keselamatan kebakaran. Salah satu langkah pencegahan yang dinilai penting ialah menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sehingga kebakaran pada tahap awal dapat segera ditangani sebelum api membesar.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat dan pemilik usaha agar segera melaporkan kebakaran kepada petugas serta melengkapi bangunan dengan perangkat pemadam awal. Kecepatan laporan dan kesiapan peralatan keselamatan dapat menentukan besarnya dampak ketika kebakaran terjadi. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan