IIUM memecat Solehah Yaacob setelah serangkaian klaim tentang sejarah Melayu memicu kontroversi dan dipertanyakan oleh kalangan akademisi.
JAKARTA – Universitas Islam Internasional Malaysia (IIUM) memecat Solehah Yaacob setelah sejumlah pernyataannya mengenai sejarah Melayu memicu kontroversi di kalangan akademisi. Salah satu klaim yang paling ramai diperbincangkan ialah pernyataannya bahwa orang Melayu kuno dapat terbang dan mengajarkan kungfu terbang kepada orang China.
IIUM menegaskan Solehah tidak lagi memiliki hubungan dengan universitas tersebut. Pernyataan itu disampaikan setelah berbagai klaim yang dikaitkan dengan akademisi bidang linguistik tersebut menjadi sorotan publik, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Rabu (26/8/2026).
“Dia bukan lagi profesor dan tidak berhak mengeklaim hubungan apa pun dengan universitas. IIUM berharap klarifikasi ini akan membantu menghindari kesalahpahaman dan menjunjung tinggi integritas serta kedudukan akademik universitas,” demikian pernyataan IIUM.
Solehah sebelumnya dikenal sebagai ahli bahasa, akademisi, dan penulis yang mengajar bidang linguistik Arab di IIUM. Ia dikenal melalui karya ilmiah mengenai filsafat tata bahasa Arab serta perkembangan historis bahasa Arab.
Namun, perhatian terhadap dirinya kemudian bergeser setelah sejumlah pernyataan tentang sejarah Melayu menuai kritik. Tahun lalu, ia menyampaikan klaim mengenai kemampuan orang Melayu kuno untuk terbang dan mengajarkan seni kungfu terbang kepada orang China. Sejarawan Malaysia menilai klaim tersebut sebagai mitos, bukan bagian dari sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan.
Kontroversi lain muncul pada November 2025 ketika Solehah menyatakan bangsa Romawi belajar membuat kapal dari pelaut Melayu. Pernyataan itu diberitakan sejumlah media Malaysia dan kemudian mendorong IIUM membentuk panel penyelidikan internal untuk memeriksa berbagai klaim tersebut sekaligus menjalankan proses disipliner.
Pada bulan yang sama, akademisi Malaysia Sharifah Munirah Alatas mengungkap persoalan lain terkait sebuah artikel akademis yang diterbitkan pada 2018. Sharifah menemukan artikel tersebut mengutip sumber berita satir The Onion sebagai bukti faktual. Ia kemudian mendesak agar tulisan itu ditarik dan diperbaiki serta menjalani proses peninjauan sejawat yang ketat sebelum diterbitkan kembali.
Meskipun Sharifah tidak menyebut nama Solehah secara langsung, artikel berjudul “Diskursus tentang Garis Waktu Kerangka Kompilasi Alkitab: Hubungan dengan Perkembangan Sumber Islam” diketahui ditulis oleh Solehah Yaacob.
Kontroversi kembali mencuat pada Agustus 2026 ketika Solehah mengemukakan teori bahwa endapan bijih besi di Kedah kemungkinan berasal dari hantaman meteor, termasuk dugaan meteor yang menghantam Gunung Jerai. Teori tersebut dibantah melalui studi arkeologi mengenai bijih besi di Kompleks Arkeologi Sungai Batu.
Hasil studi tersebut menyebut bijih besi di Kedah berasal dari bumi dan tidak menemukan catatan mengenai hujan meteor di kawasan tersebut.
Solehah juga pernah menjadi sorotan pada September 2024 setelah menyatakan bahwa Khadijah, istri Nabi Muhammad, kemungkinan berasal dari dunia Melayu. Ia kemudian membantah pernyataan tersebut dan mengatakan video yang memuat pernyataannya telah diedit.
Sebelum pemecatan, Solehah memiliki latar belakang akademik yang seluruhnya berkaitan dengan IIUM. Berdasarkan laman IIUM yang kini telah dihapus, ia menyelesaikan pendidikan sarjana di bidang bahasa dan sastra Arab, kemudian menempuh magister dalam Pengajaran Bahasa Arab sebagai Bahasa Kedua.
Ia selanjutnya meraih gelar doktor di bidang linguistik Arab melalui penelitian mengenai perkembangan historis teori klasik ‘amal, yang merupakan salah satu landasan dalam analisis tata bahasa Arab.
Pemecatan tersebut menempatkan kontroversi atas klaim sejarah Solehah pada titik baru, sekaligus menjadi penegasan IIUM mengenai pentingnya integritas akademik dan ketepatan penggunaan sumber dalam penyampaian pengetahuan kepada publik. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan