Aplikasi KEPO dan Kios Jukung Pangan diluncurkan untuk memperluas akses informasi harga sekaligus memperkuat distribusi kebutuhan pokok di Kotabaru yang menghadapi tantangan biaya logistik sebagai daerah kepulauan.
KOTABARU – Pemerintah Kabupaten Kotabaru mengandalkan transparansi harga dan pemangkasan jalur distribusi untuk membantu masyarakat menghadapi tantangan mahalnya biaya logistik di wilayah kepulauan. Upaya tersebut dilakukan melalui peluncuran aplikasi Kebutuhan Pokok (KEPO) dan Kios Jukung Pangan di halaman Pasar Limbur Raya, Kecamatan Pulau Laut Utara.
Aplikasi KEPO dirancang untuk memberikan informasi harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional, sedangkan Kios Jukung Pangan diarahkan mendekatkan pasokan pangan kepada masyarakat, terutama yang berada di wilayah pesisir dan perairan. Kedua program itu diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh informasi harga sekaligus kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Sebagaimana diberitakan Antara, Kamis (27/08/2026), aplikasi tersebut memuat informasi harga komoditas seperti beras, minyak goreng, gula, cabai, daging, dan ikan. Informasi itu juga dapat digunakan pemerintah untuk memantau perubahan serta perbedaan harga di lapangan.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Kotabaru Muhammad Maulidiansyah mengatakan keberadaan aplikasi tersebut merupakan inovasi untuk mempercepat penyampaian informasi harga kepada masyarakat.
“Di sisi lain, pemerintah juga dapat memanfaatkan informasi tersebut sebagai instrumen pemantauan terhadap fluktuasi maupun disparitas harga di lapangan,” kata Maulidiansyah.
Menurut dia, tantangan menjaga kestabilan harga di Kotabaru tidak terlepas dari kondisi geografis daerah yang terdiri atas wilayah kepulauan. Pasokan barang dari luar daerah membutuhkan biaya transportasi dan logistik relatif tinggi sehingga berpengaruh terhadap harga yang dibayar masyarakat.
Untuk mengatasi persoalan distribusi tersebut, Kios Jukung Pangan turut diresmikan sebagai bagian dari sinergi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotabaru bersama Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan. Kios tersebut menyediakan sejumlah kebutuhan pokok, antara lain beras, minyak goreng, cabai, dan telur, dengan tujuan mendekatkan pasokan kepada masyarakat.
Keberadaan kios diharapkan dapat memperpendek rantai distribusi dan mengurangi biaya pengangkutan. Dengan demikian, masyarakat di kawasan pesisir dan perairan memiliki akses yang lebih dekat terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang diharapkan lebih terjangkau dan stabil.
Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotabaru Suwanti. Ia menilai aplikasi KEPO dapat membantu masyarakat mengetahui harga sebelum berbelanja ke pasar.
“Ini langkah yang tepat untuk masyarakat dapat mengetahui harga kebutuhan pokok melalaui aplikasi,” kata Suwanti di Kotabaru, Kamis.
Suwanti mengatakan masyarakat dapat memanfaatkan informasi harga tersebut sebelum pergi ke pasar sehingga dapat mempersiapkan kebutuhan dan anggaran belanja.
“Jadi mereka ( masyarakat) sebelum turun ke pasar sudah tahu harga kebutuhan pokok yang di perlukan sehingga mempermudah dalam pembelian kebutuhan sehari hari,”ujarnya.
Ia berharap layanan tersebut dapat terus berjalan dan mudah diakses masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
Dari sisi pengendalian harga, Maulidiansyah menyebut inflasi Kotabaru pada Juli 2026 tercatat 3,41 persen. Angka tersebut lebih baik dibandingkan kondisi sebelumnya yang mencapai 5,25 persen dan 6,46 persen pada Februari.
Selain peluncuran aplikasi dan peresmian kios, kegiatan tersebut melibatkan 49 peserta yang terdiri atas tiga Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), yakni Diskoperindag, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, serta Dinas Perikanan. Kegiatan juga melibatkan satu stan perbankan atau Bank Perkreditan Rakyat (BPR), 20 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta 25 distributor atau agen.
Bazar dalam kegiatan itu turut diisi sosialisasi bagi pelaku UMKM, sosialisasi permodalan, berbagai perlombaan, hingga pembagian door prize. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperoleh alternatif kebutuhan dengan harga yang lebih murah serta mendukung produk lokal.
“Melalui kegiatan ini, masyarakat Kotabaru diharapkan mendapatkan alternatif pilihan barang dengan harga yang lebih murah sekaligus mendukung produk-produk lokal,” ujarnya.
Bagi Kotabaru yang menghadapi tantangan biaya distribusi akibat kondisi geografis kepulauan, penyediaan informasi harga dan penguatan akses pangan menjadi dua langkah yang saling melengkapi. Keberlanjutan kedua program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat membuat keputusan belanja yang lebih terinformasi sekaligus mendukung upaya menjaga stabilitas harga di daerah. []
Redaksi08
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan