Malaysia menyiapkan operasi cloud seeding dengan pesawat setelah kabut asap lintas batas memperburuk kualitas udara, terutama di Sarawak.
SARAWAK – Kabut asap lintas batas dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia membuat Malaysia menyiapkan operasi modifikasi cuaca dengan mengerahkan pesawat untuk melakukan cloud seeding di wilayah perbatasan. Langkah tersebut ditempuh Kuala Lumpur untuk memperbaiki kualitas udara yang memburuk, terutama di Sarawak.
Menteri Sumber Asli dan Kelestarian Alam Malaysia Arthur Joseph Kurup mengatakan Indonesia telah memberikan izin bagi pesawat Malaysia untuk melintasi wilayah udara Indonesia dalam pelaksanaan operasi modifikasi cuaca tersebut.
Badan Pengurusan Bencana Negara (NADMA) dan Kementerian Meteorologi Malaysia (MetMalaysia) kini menyiapkan jadwal operasi yang akan dikoordinasikan dengan Panglima Angkatan Tentara Nasional Indonesia.
“Langkah-langkah ini sangat penting untuk memastikan kualitas udara membaik menjelang Hari Kebangsaan Malaysia ke-69 pada 31 Agustus dan Hari Malaysia pada 16 September, yang akan diselenggarakan di Kuching, Sarawak,” ucap Arthur sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Rabu (26/08/2026).
Selain menyiapkan operasi modifikasi cuaca, pemerintah Malaysia memperketat pemantauan titik panas dan kualitas udara melalui Kementerian Lingkungan Hidup serta MetMalaysia. Pemerintah Malaysia juga menyatakan akan mempertahankan koordinasi dengan otoritas Indonesia untuk menangani persoalan kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan di Sumatra dan Kalimantan.
Kabut asap tersebut menjadi perhatian karena dampaknya mulai mengganggu aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah Malaysia. Sebanyak 591 sekolah di Sarawak dilaporkan ditutup pada Jumat (21/08/2026) akibat kualitas udara yang memburuk karena kabut asap lintas batas.
Kondisi tersebut juga menjadi pertimbangan pemerintah Malaysia dalam mempersiapkan perayaan Hari Kebangsaan pada 31 Agustus. Pemerintah masih memantau perkembangan kualitas udara sebelum menentukan apakah seluruh rangkaian kegiatan dapat dilaksanakan sesuai rencana.
Arthur mengatakan persoalan penyelenggaraan perayaan akan dibawa ke rapat kabinet apabila kondisi kabut asap terus memburuk. Keputusan tersebut akan mempertimbangkan keselamatan dan kesehatan masyarakat karena perayaan melibatkan mobilitas warga dalam jumlah besar serta berbagai kegiatan luar ruangan.
Menurut Arthur, kepastian mengenai kondisi cuaca pada Hari Kebangsaan belum dapat ditentukan saat ini. Prakiraan yang lebih akurat, kata dia, baru bisa diperoleh sekitar empat atau lima hari sebelum tanggal pelaksanaan.
Persoalan kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia selama ini menjadi isu regional di Asia Tenggara. Malaysia dan Singapura merupakan negara yang kerap merasakan dampak kabut asap dari kebakaran di Sumatra dan Kalimantan. []
Redaksi08
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan