Pelacakan TB di Desa Nungka menyasar kontak serumah dan kelompok berisiko sebagai langkah deteksi dini untuk membantu memutus rantai penularan.
BALANGAN – Upaya menemukan kasus tuberkulosis (TB) sejak dini diperkuat melalui pelacakan kontak di tingkat desa. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Balangan bersama Puskesmas Awayan menyasar warga Desa Nungka, Kecamatan Awayan, melalui kegiatan pelacakan TB dan Cek Kesehatan Gratis (CKG), Kamis (27/8/2026).
Pelacakan terutama diarahkan kepada warga yang memiliki kontak serumah atau kontak erat dengan pasien TB. Pemeriksaan juga menyasar kelompok yang memiliki faktor risiko, antara lain penderita diabetes melitus, lanjut usia, balita, dan perokok.
Pengelola Program TB Dinkes Balangan Utami Setyaningsih mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang dilaksanakan untuk memperkuat deteksi dini serta pencegahan penularan.
“Di sini sedang dilaksanakan tracking TB terindikasi dan Cek Kesehatan Gratis yang merupakan program dari Kementerian Kesehatan,” katanya sebagaimana diberitakan Kanal Kalimantan, Jumat, (28/08/2026).
Utami menjelaskan, pelaksanaan program di Balangan mencakup 31 lokus atau lokasi khusus. Setiap lokus memiliki sasaran 100 peserta sehingga keseluruhan target mencapai 3.100 orang, termasuk masyarakat Desa Nungka.
Selain pelacakan TB, CKG memberikan sejumlah layanan kepada masyarakat. Tahapannya meliputi registrasi dan verifikasi peserta, penyuluhan kesehatan, wawancara riwayat kesehatan, pemeriksaan sesuai standar CKG, skrining faktor risiko, edukasi, hingga pemeriksaan lanjutan apabila ditemukan indikasi medis.
Pelaksanaan pelacakan kontak menjadi bagian penting dalam upaya menemukan kasus TB lebih cepat. Langkah tersebut diharapkan membantu mencegah penularan lebih luas sekaligus mendukung target eliminasi TB pada 2030.
Kepala Desa (Kades) Nungka Rustam menyambut pelaksanaan layanan kesehatan tersebut dan berharap manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, terutama dalam menjaga kondisi kesehatan warga.
“Kami berharap warga selalu sehat, mudah bekerja, panjang umur dengan adanya Cek Kesehatan Gratis dan berobat ini,” ujarnya.
Warga Desa Nungka Hadi Suwito juga menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat karena masyarakat memperoleh pemeriksaan sekaligus informasi mengenai kesehatan secara langsung.
“Saya ucapkan terima kasih, sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama masyarakat di pedesaan yang mungkin kurang mengetahui tentang kesehatan,” katanya.
Kegiatan di tingkat desa diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan sekaligus meningkatkan kesadaran untuk melakukan pemeriksaan ketika memiliki faktor risiko. Pelacakan kontak dan deteksi dini juga menjadi bagian dari upaya memutus rantai penularan TB secara berkelanjutan. []
Redaksi08
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan