Sanae Takaichi mengaku tidak tega membunuh kecoak di kediaman resmi perdana menteri Jepang hingga akhirnya staf turun tangan, tetapi tindakan itu justru membuatnya merasa lega sekaligus kesepian.
TOKYO – Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengaku sempat merasa kehilangan setelah staf di kediaman resmi perdana menteri membasmi kecoak yang sebelumnya dibiarkannya berkeliaran. Kisah tersebut diungkap Takaichi saat menjawab pertanyaan warganet melalui X pada Sabtu (22/8).
Takaichi mengatakan dirinya sebenarnya tidak tega membunuh kecoak tersebut. Sikap itu dikaitkannya dengan kecintaannya terhadap manga Phoenix karya Osamu Tezuka yang mengangkat tema reinkarnasi.
“Mungkin kehidupan ini juga merupakan bagian dari siklus reinkarnasi yang panjang itu,” tulis Takaichi, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Jumat (28/8/2026).
Kisah tersebut bermula ketika seorang warganet bertanya apakah Takaichi pernah bertemu hantu yang disebut-sebut menghuni kediaman resmi perdana menteri Jepang. Rumah dinas tersebut memang dikenal memiliki cerita mengenai penampakan yang dikaitkan dengan orang-orang yang meninggal dalam dua upaya kudeta pada dekade 1930-an.
Takaichi mengaku tidak pernah melihat hantu selama tinggal di kediaman resmi. Namun, ia justru pernah panik ketika seekor kecoak tiba-tiba berlari melintasi kakinya.
“Saya belum pernah bertemu hantu, tetapi sampai baru-baru ini, saya lah yang berteriak ketika bertemu kecoak,” tulis Takaichi.
Menurut Takaichi, dirinya tidak pernah menemukan kecoak ketika masih tinggal di asrama anggota parlemen. Setelah menempati kediaman resmi perdana menteri, ia berupaya menjaga kebersihan dengan membersihkan lantai di bawah meja makan, membuang sisa makanan ke tempat sampah tertutup, serta mencuci dan memilah wadah plastik.
“Saat tinggal di asrama anggota, saya tidak pernah bertemu kecoak,” tulis Takaichi.
Meski terganggu dengan keberadaan kecoak, Takaichi memilih tidak membunuhnya dan membiarkannya untuk sementara waktu. Ia kemudian memberi tahu sekretarisnya mengenai hewan tersebut.
Respons staf justru membuat kecoak itu segera ditangani. Takaichi menuliskan percakapan tersebut dalam unggahannya.
“‘Itu kotor. Saya akan menanganinya,’ kata salah satu sekretaris dengan tegas, dan mengatur Operasi Tempur,” tulis Takaichi.
Setelah staf mengambil tindakan, Takaichi tidak lagi melihat kecoak di kediaman resmi. Namun, keberhasilan tersebut memunculkan perasaan yang tidak biasa bagi sang perdana menteri.
“Saya merasa lega, tetapi juga sedikit kesepian, atau mungkin sedih…” tulisnya.
Takaichi diketahui lebih sering menjalankan pekerjaannya dari kediaman resmi yang berada di sebelah kantor perdana menteri. Menurutnya, pola tersebut dapat meningkatkan efisiensi karena mengurangi kebutuhan terhadap sejumlah staf dan personel keamanan, termasuk polisi khusus atau SP.
“Meskipun kediaman perdana menteri dikenal sebagai rumah perdana menteri, tempat ini juga memiliki fungsi penting sebagai ruang untuk pertemuan dan tugas-tugas resmi,” tulis Takaichi.
Pengalaman sederhana tersebut memperlihatkan sisi personal Takaichi di tengah aktivitasnya sebagai kepala pemerintahan Jepang. Cerita mengenai kecoak yang berakhir dengan perasaan sepi setelah dibasmi stafnya pun menjadi bagian dari pengalamannya selama menempati kediaman resmi perdana menteri. []
Redaksi08
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan