Sahabat GTK mengintegrasikan berbagai layanan administrasi guru dan tenaga kependidikan di HSU untuk mempercepat pelayanan serta mengurangi waktu yang tersita untuk urusan birokrasi.
HULU SUNGAI UTARA – Guru dan tenaga kependidikan di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) kini dapat mengurus sejumlah kebutuhan administrasi secara digital melalui Sahabat GTK (Sistem Administrasi Hubungan dan Akses Bantuan Guru dan Tenaga Kependidikan). Layanan yang dikembangkan sejak 2025 itu ditujukan untuk memangkas proses administrasi sekaligus memberi ruang lebih besar bagi pendidik untuk fokus menjalankan tugas mengajar.
Sahabat GTK dikembangkan oleh Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) HSU. Pada 2026, layanan tersebut ditetapkan sebagai salah satu terobosan pelayanan pendidikan dengan mengintegrasikan berbagai kebutuhan administrasi dalam satu sistem.
Melalui layanan tersebut, guru dan tenaga kependidikan dapat memproses sejumlah keperluan, seperti kenaikan pangkat, pembaruan data, sertifikasi, hingga konsultasi. Sistem digital ini juga memungkinkan pengguna mengakses layanan dari perangkat masing-masing tanpa harus datang berulang kali untuk mengurus administrasi.
Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Disdikbud HSU Basuki Rahman mengatakan digitalisasi tersebut dirancang untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mengurangi waktu yang tersita untuk urusan administratif.
“Modernisasi ini adalah komitmen kami menghadirkan pelayanan prima. Kami ingin pendidik merasakan kemudahan nyata: cepat, transparan, dan terjangkau kapan saja tanpa mengurangi waktu berharga mereka untuk mengajar,” ujarnya sebagaimana diberitakan Kanal Kalimantan, Kamis, (27/08/2026).
Penerapan sistem ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) HSU. Wakil Bupati (Wabup) HSU Hero Setiawan menilai digitalisasi layanan menjadi salah satu cara untuk menjawab tantangan geografis daerah yang membuat akses pelayanan administrasi tidak selalu mudah bagi tenaga pendidik.
“Pemerintah terus mendorong percepatan digitalisasi di segala bidang. Guru dan tenaga kependidikan yang tersebar di berbagai satuan pendidikan berhak dilayani dengan lancar dan terbuka. Sahabat GTK menjadi jawaban tepat bagi kondisi geografis daerah dan kebutuhan efisiensi kerja,” kata Hero Setiawan.
Penggunaan sistem digital tersebut juga diarahkan untuk mengurangi ketergantungan pada proses administrasi berbasis berkas. Selain mempercepat penyelesaian tugas, dokumen yang diproses melalui sistem dapat dipantau pergerakannya secara langsung (real-time), sementara risiko kesalahan dalam pengelolaan data diupayakan dapat ditekan.
Bagi Disdikbud HSU, efisiensi administrasi tidak hanya berkaitan dengan kecepatan pelayanan, tetapi juga dengan pemanfaatan waktu kerja guru. Berkurangnya beban pengurusan dokumen diharapkan membuat tenaga pendidik dapat lebih berkonsentrasi pada kegiatan pembelajaran dan peningkatan kualitas pendidikan.
Pengembangan Sahabat GTK selanjutnya diharapkan terus memperkuat akses layanan bagi guru dan tenaga kependidikan di seluruh wilayah HSU. Konsistensi dalam penyempurnaan sistem menjadi penting agar digitalisasi tidak berhenti sebagai inovasi administrasi, tetapi benar-benar memberikan pelayanan yang lebih cepat, transparan, dan mudah dijangkau. []
Redaksi08
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan