Petugas pemadam sempat terkendala portal jembatan saat menangani kebakaran rumah dan kontrakan empat pintu di Kampung Tasuk, Berau, sebelum api berhasil dikendalikan dengan dukungan aparat, warga, dan perusahaan.
BERAU – Portal jembatan yang menghambat akses kendaraan pemadam menjadi salah satu kendala saat petugas menangani kebakaran yang menghanguskan satu rumah dan bangunan kontrakan empat pintu di Jalan Danau Poso, Rukun Tetangga (RT) 3, Kampung Tasuk, Kabupaten Berau (Berau), Sabtu (29/08/2026). Meski akses menuju lokasi terbatas, api dapat dikendalikan melalui kolaborasi petugas, aparat, warga, dan perusahaan di sekitar lokasi.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau menerima laporan darurat melalui Markas Komando (Mako) Induk sekitar pukul 12.53 Waktu Indonesia Tengah (WITA). Sebanyak 20 personel dari Mako Induk, Sektor Gunung Tabur, dan Sektor Teluk Bayur kemudian dikerahkan menuju lokasi.
Kepala Dinas (Kadis) Disdamkarmat Berau Rakhmadi Pasarakan mengatakan, petugas tiba sekitar pukul 13.15 WITA dan langsung melakukan pemadaman pada kawasan terdampak yang diperkirakan berukuran sekitar 20 meter x 20 meter. Operasi pemadaman dilanjutkan dengan pendinginan hingga pukul 14.22 WITA dan lokasi dinyatakan aman terkendali.
“Sekira satu jam lebih, api berhasil dipadamkan,” katanya, sebagaimana diberitakan Nomorsatukaltim, Sabtu, (29/08/2026).
Dalam proses pemadaman, petugas menghadapi hambatan pada jalur masuk menuju lokasi karena terdapat portal jembatan. Kondisi tersebut tidak menghentikan upaya penanganan setelah personel Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), masyarakat, dan perusahaan di sekitar lokasi turut membantu proses pemadaman.
Ketersediaan sumber air dari sumur warga juga membantu petugas menjaga pasokan air selama penanganan kebakaran. “Dibantu dengan keberadaan sumur milik warga juga tadi,” jelasnya.
Bangunan yang terbakar diketahui berbahan utama kayu dan merupakan milik warga bernama Bariyah. Kebakaran mengakibatkan rumah dan kontrakan empat pintu tersebut mengalami kerusakan berat.
Peristiwa itu berdampak terhadap satu kepala keluarga (KK) yang terdiri atas empat jiwa. Tidak terdapat laporan korban meninggal dunia maupun luka-luka akibat kebakaran tersebut.
Hingga penanganan selesai, penyebab kebakaran dan nilai kerugian material belum diketahui. “Untuk penyebab dan kerugian saat ini masih dalam proses penyelidikan pihak Kepolisian,” tandasnya.
Penanganan kebakaran tersebut menunjukkan pentingnya akses yang memadai bagi armada darurat sekaligus ketersediaan sumber air di lingkungan permukiman. Hasil penyelidikan kepolisian selanjutnya diharapkan dapat memastikan penyebab kebakaran dan menjadi dasar evaluasi untuk mencegah kejadian serupa. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan