ilustrasi

Dua Anak Hilang di Sungai Loa Haur Ditemukan Meninggal

Tim SAR gabungan menemukan dua anak yang sebelumnya dilaporkan hilang di Sungai Loa Haur dalam kondisi meninggal dunia setelah pencarian intensif di kawasan perairan Desa Bakungan.

KUTAI KARTANEGARA – Pencarian terhadap dua anak yang dilaporkan hilang di perairan Sungai Loa Haur, Desa Bakungan, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), berakhir duka. Tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan menemukan keduanya dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (01/09/2026), setelah melakukan pencarian intensif di sekitar lokasi terakhir korban diduga terlihat.

Korban pertama ditemukan sekitar pukul 11.40 Waktu Indonesia Tengah (WITA), berjarak sekitar 20 meter dari titik yang diduga menjadi lokasi awal kejadian. Pencarian kemudian dilanjutkan hingga korban kedua ditemukan sekitar pukul 14.00 WITA dengan jarak kurang lebih 200 meter dari titik tersebut.

Sebelum pencarian dilakukan, keluarga diketahui mencari keberadaan kedua anak karena belum kembali ke rumah. Berdasarkan rekaman kamera pengawas atau closed-circuit television (CCTV) milik warga, kedua anak tersebut diduga sempat terlihat berada di sekitar perairan Sungai Loa Haur sebelum kemudian tidak lagi terlihat.

Informasi tersebut kemudian menjadi salah satu petunjuk dalam upaya pencarian. Tim gabungan menyisir kawasan perairan hingga akhirnya menemukan kedua korban pada hari yang sama, sebagaimana diberitakan Berita Polres Kutai Kartanegara, Selasa, (01/09/2026).

Operasi pencarian melibatkan Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Kepolisian Resor (Polres) Kukar, Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Timur (Kaltim), Kepolisian Sektor (Polsek) Loa Janan, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemadam kebakaran (Damkar), relawan, serta masyarakat.

Kepala Satpolairud (Kasatpolairud) Polres Kukar Benedict Jaya menyampaikan bahwa pencarian dilakukan secara terpadu dengan mengutamakan keselamatan dan koordinasi seluruh unsur yang terlibat.

Setelah ditemukan, kedua korban dievakuasi dan ditangani sesuai prosedur. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga. Pihak keluarga menyatakan menolak pemeriksaan visum maupun autopsi dan keputusan tersebut dituangkan dalam administrasi resmi.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat akan tingginya risiko keselamatan anak ketika berada di sekitar sungai dan kawasan perairan. Polres Kukar mengimbau orang tua serta masyarakat meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat beraktivitas di lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com