Kemarau memicu kenaikan harga cabai rawit merah hingga 80 persen di Tapin, sehingga pemantauan harga dan pasokan pangan menjadi perhatian pemerintah daerah.
TAPIN – Kemarau mulai memberikan tekanan terhadap harga pangan di Kabupaten Tapin (Tapin), Kalimantan Selatan (Kalsel). Harga cabai rawit merah tercatat melonjak hingga 80 persen, sehingga kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan harga komoditas tersebut di pasaran.
Kenaikan harga itu menjadi perhatian Dinas Perdagangan Kabupaten Tapin yang melakukan pemantauan harga bahan pokok di Pasar Keraton Rantau. Pemantauan dilakukan untuk melihat perkembangan harga sekaligus mengantisipasi dampak kemarau terhadap ketersediaan dan kestabilan harga pangan.
Sebagaimana diberitakan Antara, Minggu (06/09/2026), kenaikan harga cabai rawit merah menjadi salah satu perkembangan ekonomi yang terjadi di Kalsel di tengah kondisi kemarau. Situasi tersebut menunjukkan bahwa perubahan cuaca dapat berpengaruh terhadap komoditas pangan yang dibutuhkan masyarakat.
Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Tapin Walaidi Rakhmat turut melakukan pemantauan harga bahan pokok di Pasar Keraton Rantau. Pemantauan tersebut menjadi bagian dari upaya memperoleh gambaran kondisi harga pangan yang beredar di tingkat pasar.
Lonjakan harga cabai rawit merah hingga 80 persen menjadi perhatian karena komoditas tersebut merupakan salah satu kebutuhan rumah tangga. Kenaikan harga dapat meningkatkan pengeluaran masyarakat, terutama apabila berlangsung dalam periode kemarau yang lebih panjang.
Selain persoalan harga, kondisi kemarau juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam menjaga pasokan komoditas pangan. Perubahan kondisi produksi dan distribusi dapat memengaruhi jumlah barang yang tersedia di pasar dan pada akhirnya berdampak terhadap harga.
Pemantauan harga secara berkala diperlukan agar perkembangan komoditas pangan dapat diketahui lebih cepat. Data tersebut juga dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah untuk menjaga ketersediaan bahan pokok dan mengantisipasi gejolak harga di masyarakat.
Kondisi harga cabai rawit merah di Tapin sekaligus menunjukkan pentingnya pengawasan terhadap komoditas pangan selama periode kemarau. Pemantauan di pasar diharapkan dapat membantu pemerintah mengetahui perkembangan harga dan menjaga pasokan tetap tersedia bagi masyarakat. []
Redaksi08
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan