Malaysia mencabut status darurat kabut asap di Serian setelah API turun dari 519 menjadi 222, tetapi sejumlah wilayah Sarawak masih mengalami kualitas udara sangat tidak sehat.
SERIAN – Pencabutan status darurat kabut asap di Distrik Serian, negara bagian Sarawak, Malaysia, belum menandai berakhirnya ancaman polusi udara. Pemerintah Malaysia menyatakan kualitas udara telah membaik, tetapi warga di sejumlah wilayah masih diminta membatasi aktivitas di luar ruangan.
Indeks Pencemaran Udara (API) di Serian tercatat 222 pada Senin (07/09/2026), turun drastis dari angka 519 yang dicapai pada Jumat pekan sebelumnya. Penurunan tersebut membuat kondisi udara tidak lagi masuk kategori berbahaya sehingga status darurat dicabut.
Keputusan mengakhiri status darurat mendapat persetujuan Raja Malaysia Sultan Ibrahim Sultan Iskandar berdasarkan saran Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan Premier Sarawak Abang Johari Openg. Langkah itu diambil setelah laporan instansi pemerintah menunjukkan kualitas udara di Serian telah berada di bawah tingkat berbahaya, sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Senin, (07/09/2026).
Meski status darurat dihentikan, pemerintah Malaysia belum menganggap situasi sepenuhnya pulih. Sejumlah wilayah, terutama Serian dan Distrik Samarahan, masih mengalami kualitas udara pada tingkat sangat tidak sehat.
“Pemerintah Federal dan pemerintah negara bagian Sarawak akan terus memantau situasi dengan saksama, dan warga di wilayah terdampak diimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan serta senantias mematuhi arahan dari pihak berwenang,” demikian bunyi pernyataan Kantor PM Malaysia.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kabut asap sebelumnya dipicu kebakaran hutan di wilayah Kalimantan yang menyebabkan kualitas udara di Sarawak memburuk. Saat polusi mencapai tingkat berbahaya, Malaysia menetapkan status darurat pada Jumat pekan lalu.
Dampak kabut asap juga meluas ke sektor pendidikan. Sejumlah sekolah di wilayah yang terdampak terpaksa ditutup ketika kualitas udara memburuk.
Penurunan API dari 519 menjadi 222 menunjukkan perbaikan signifikan dalam beberapa hari. Namun, masih tingginya tingkat pencemaran di sejumlah kawasan membuat otoritas Malaysia tetap melakukan pemantauan dan meminta masyarakat mengikuti arahan keselamatan hingga kondisi udara benar-benar membaik. []
Redaksi08
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan