ilustrasi

Medan Sulit dan Minim Air Hambat Pemadaman Karhutla di Kayong Utara

Tim penanganan karhutla harus berjalan kaki sekitar 25 menit dan melakukan pemadaman menggunakan ember akibat sulitnya medan serta terbatasnya sumber air di Desa Pampang Harapan.

KAYONG UTARA – Medan perbukitan dan terbatasnya sumber air menjadi kendala utama Tim Posko Tanggap Darurat Asap dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Kayong Utara saat menangani titik panas (hotspot) aktif di Desa Pampang Harapan, Kecamatan Sukadana, Kamis malam (10/09/2026).

Tim melakukan pemeriksaan lapangan (ground check) sejak pukul 19.15 hingga 20.30 Waktu Indonesia Barat (WIB) setelah terdeteksi titik panas aktif di kawasan tersebut. Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan asap dan api di area perbukitan dengan perkiraan luas lahan terbakar sekitar 0,5 hektare.

Akses menuju lokasi menjadi salah satu hambatan penanganan. Titik kebakaran berada sekitar 500 meter dari jalan utama dengan kondisi medan berupa perbukitan. Kendaraan roda dua hanya dapat digunakan pada sebagian jalur sehingga petugas harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sekitar 25 menit menuju titik api.

Selain akses yang sulit, ketersediaan air di sekitar lokasi juga sangat terbatas. Sumber air terdekat berada sekitar 100 meter dari titik kebakaran, tetapi debitnya dinilai tidak mencukupi untuk mendukung pemadaman secara maksimal.

Keterbatasan tersebut tidak menghentikan upaya penanganan. Tim tetap melakukan pemadaman secara manual menggunakan ember untuk mengendalikan api dan mencegah kebakaran menjalar ke area yang lebih luas.

Tim Posko Tanggap Darurat Asap dan Karhutla Kayong Utara selanjutnya melakukan pemantauan dan koordinasi guna memastikan kondisi lokasi tetap terkendali sekaligus mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Dalam keterangannya, sebagaimana diberitakan Polres Kayong Utara, Kamis (10/09/2026), tim mengingatkan, “Malam bukan alasan untuk lengah. Setiap titik api harus ditangani, setiap lahan harus dijaga. Bersama cegah Karhutla sebelum meluas.”

Penanganan kebakaran tersebut melibatkan unsur Kepolisian Resor (Polres) Kayong Utara, Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat (Kalbar), bersama Tim Posko Tanggap Darurat Asap dan Karhutla. Pemantauan lanjutan diperlukan karena kondisi lahan yang kering, keterbatasan air, dan medan yang sulit dapat meningkatkan risiko api kembali muncul apabila lokasi tidak diawasi secara intensif. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com