Meski JPO hanya berjarak sekitar 50 meter, sejumlah warga tetap memilih menyeberang melalui celah pagar di sekitar Stasiun Jatinegara karena dinilai lebih dekat.
JAKARTA – Pagar berlubang di sekitar Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur, memunculkan risiko keselamatan bagi pejalan kaki dan pengendara. Sejumlah warga masih memilih menyeberang melalui celah pagar tersebut meski Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) tersedia sekitar 50 meter dari lokasi.
Celah itu terbentuk akibat dua batang pagar besi yang diduga terpotong. Ukurannya relatif sempit dan hanya dapat dilewati satu orang dengan posisi tubuh sedikit menunduk dan dimiringkan.
JPO yang berada tidak jauh dari titik tersebut sebenarnya dapat digunakan warga untuk menyeberang sekaligus mengakses Stasiun Kereta Api (KA) Jatinegara dan Halte Transjakarta Stasiun Jatinegara. Namun, sebagian warga memilih melewati pagar karena dinilai lebih dekat menuju Pasar Jatibening.
Seorang warga bernama Taufik mengaku jalur pintas tersebut memang lebih dekat, tetapi berbahaya karena kendaraan melintas dengan kecepatan tinggi, sebagaimana diberitakan Cnn indonesia, Jumat (11/09/2026).
“Emang lebih dekat sih. Tapi agak ngeri kan ya kalau ada mobil atau motor kenceng yang lewat. Biasanya yang dari stasiun ke sini (Pasar Jatibening),” ujar seorang warga bernama Taufik.
Ia mengaku pernah menyeberang melalui pagar tersebut, tetapi merasa khawatir terhadap arus kendaraan yang melintas.
“Nyobain mah pernah. Tapi ngeri ya, pada kenceng-lenceng yang lewatnya,” jelasnya.
Taufik juga mengatakan sudah beberapa kali mengingatkan warga agar tidak melewati celah pagar tersebut. Namun, menurut dia, imbauan itu kerap diabaikan.
“Beberapa kali gua bilangin, ‘Oi jangan lewat situ’, tapi ya pada susah Bang. Pada tetap pingin lewat situ. Sekarang paling gua bilangin anak-anak aja, yang lebih nurut,” lanjutnya.
Keberadaan celah pagar tersebut dinilai tidak hanya membahayakan pejalan kaki, tetapi juga berpotensi mengganggu pengendara yang harus mengerem mendadak ketika ada warga menyeberang.
Taufik berharap pagar segera diperbaiki agar warga kembali menggunakan JPO dan risiko kecelakaan dapat diminimalkan.
“Iya, biar pada tertib lewat JPO, biar selamat dan sama-sama enak gitu, Bang. Yang orang nyeberangnya bisa selamat, enggak usah was-was sama kendaraan. Si mobil motornya juga enggak jadi harus ngerem. Apalagi kan di jam sibuk mah kadang macet,” katanya.
Perbaikan pagar serta penguatan pengawasan di sekitar Stasiun Jatinegara diharapkan dapat mengurangi kebiasaan menyeberang sembarangan dan mendorong warga menggunakan fasilitas penyeberangan yang lebih aman. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan