Pembentukan Gugus PAUD HI Wilayah Sebatik diarahkan untuk menyatukan koordinasi layanan pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan anak usia dini.
NUNUKAN – Pemenuhan kebutuhan anak usia dini di Pulau Sebatik didorong tidak lagi berjalan secara terpisah melalui pembentukan Gugus Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) Wilayah Sebatik. Gugus tersebut diharapkan memperkuat koordinasi antara pemerintah, satuan pendidikan, keluarga, dan pemangku kepentingan lain agar layanan pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan anak dapat diberikan secara terpadu.
Pembentukan gugus menjadi bagian dari Sosialisasi PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) yang berlangsung di Aula Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Sebatik Utara, Rabu (16/09/2026) pukul 08.30 Waktu Indonesia Tengah (WITA). Kegiatan diikuti para camat se-Pulau Sebatik, Kepala Unit Pelaksana Teknis Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (UPT PPDM) Sebatik, Bunda PAUD, kepala sekolah, serta unsur terkait lainnya.
Langkah tersebut merupakan bagian dari implementasi Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2013 tentang Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif. Kebijakan itu menempatkan pengembangan anak usia dini sebagai proses yang membutuhkan layanan lintas sektor untuk memenuhi kebutuhan esensial anak secara menyeluruh.
Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan (Nunukan) mendorong penguatan layanan anak usia dini melalui sejumlah aspek yang saling berkaitan, mulai dari pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, hingga kesejahteraan.
Camat Sebatik Utara Andi Calo yang membuka kegiatan mengatakan, pemenuhan kebutuhan anak tidak dapat dibebankan kepada satu institusi. Kolaborasi berbagai pihak diperlukan agar layanan yang diterima anak dapat mencakup seluruh kebutuhan dasarnya.
“PAUD Holistik Integratif merupakan upaya bersama untuk memastikan anak-anak kita mendapatkan hak dan kebutuhan dasarnya secara menyeluruh. Tidak hanya pendidikan, tetapi juga kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan dan kesejahteraan. Karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, satuan pendidikan, keluarga dan seluruh unsur terkait,” ujar Andi Calo, sebagaimana diberitakan Simp4tik, Rabu (16/09/2026).
Menurut Andi, keberadaan Gugus PAUD HI Wilayah Sebatik dapat menjadi wadah untuk mengarahkan koordinasi antarunsur yang terlibat dalam penyelenggaraan layanan anak usia dini. Dengan koordinasi yang lebih terarah, berbagai program diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Dengan adanya gugus ini, diharapkan koordinasi antarunsur terkait dapat semakin terarah, sehingga berbagai program dan layanan untuk anak usia dini dapat berjalan secara terpadu dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” lanjutnya.
Ia juga mengingatkan bahwa lingkungan keluarga dan masyarakat memiliki peran penting dalam proses tumbuh kembang anak. Pendidikan anak usia dini, menurutnya, bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi membutuhkan perhatian bersama dari keluarga, masyarakat, dan pemerintah.
Pembentukan gugus tersebut selanjutnya diharapkan menjadi dasar penguatan sinergi antarpemangku kepentingan di Pulau Sebatik. Dengan pendekatan yang terintegrasi, layanan PAUD diharapkan semakin berkualitas dan mampu menjangkau kebutuhan anak secara lebih menyeluruh. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan