Keamanan Tanah Jadi Dasar Pemulihan Longsor Aceh Tengah

ACEH – Pemerintah akan melakukan asesmen teknis sebelum menentukan penanganan kawasan terdampak longsor di Kampung Sanehen, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh. Kajian kondisi tanah dan keamanan permukiman diperlukan agar pembangunan pascabencana tidak meningkatkan risiko bagi warga.

Sebagaimana dilansir ajnn.net, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyampaikan hal tersebut saat meninjau lokasi bencana, Jumat (18/9/2026). Longsor pada Minggu (13/9/2026) itu menyebabkan seorang anak meninggal dunia, 13 orang terluka, dan satu rumah rusak berat.

Pemerintah belum menetapkan bentuk penanganan kawasan terdampak. Asesmen akan dilakukan terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi tanah, tingkat keamanan kawasan, serta dampak longsor terhadap permukiman dan infrastruktur.

“Penanganan pascabencana harus dilakukan secara terencana dan berdasarkan kajian teknis, dengan mempertimbangkan kondisi tanah, lingkungan, tata ruang dan kebutuhan masyarakat,” kata Dody saat meninjau lokasi.

Menurut Dody, hasil kajian akan menjadi dasar penentuan langkah rehabilitasi maupun pembangunan kembali infrastruktur. Kondisi geografis dan karakteristik tanah harus diperhitungkan sebelum pembangunan dilaksanakan.

Ia menekankan bahwa infrastruktur yang dibangun setelah bencana harus mempertimbangkan keselamatan masyarakat. Karena itu, penanganan membutuhkan koordinasi pemerintah pusat dan daerah serta keterlibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), dan instansi teknis.

Dody tiba di lokasi sekitar pukul 11.05 Waktu Indonesia Barat (WIB). Ia mengamati kondisi tanah dan kawasan di sekitar permukiman yang terdampak.

Korban meninggal dalam peristiwa tersebut adalah Nazila, berusia sembilan tahun. Sementara itu, 13 korban luka mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Beru Takengon.

Para korban luka ialah Rosita (61), Nurjanah (51), Halimatus Sakdiyah (43), Anisa (7), Alyah (74), Sapri (32), Sulis (39), Yuhana (39), Naumi (5), Sahril (27), Juraini (25), Raimah (55), dan Ruhdi (42).

Setelah meninjau kawasan longsor, Dody mengunjungi Pusat Pengelolaan Air Minum Bur Oregon di Kampung Jongok Bathin, Kecamatan Kebayakan. Rangkaian kunjungan di Aceh Tengah berakhir sekitar pukul 13.20 WIB, sebelum rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Bener Meriah. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *